Pencemaran Sungai Sono Batang: Bupati Ancam Cabut Izin Perusahaan Perusak Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Batang mengambil tindakan tegas menanggapi dugaan pencemaran Sungai Sono yang diduga dilakukan oleh tiga perusahaan industri. Bupati Batang, L.H. Faiz Kurniawan, menegaskan komitmennya untuk tidak mentolerir aktivitas pembuangan limbah yang mencemari lingkungan dan merusak lahan pertanian masyarakat.
Tim Gabungan Dibentuk untuk Investigasi Pencemaran
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Batang telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup, Kepolisian, dan Kejaksaan Negeri Batang. Tim ini bertugas menyelidiki secara mendalam dugaan pencemaran di Sungai Sono tersebut.
Tahapan Hukum dan Sanksi Tegas Menanti Perusahaan Pelaku Pencemaran
Bupati Faiz menjelaskan bahwa langkah hukum akan diterapkan secara bertahap. Tahap awal akan berupa edukasi dan teguran resmi kepada perusahaan yang diduga sebagai sumber pencemar. Perusahaan akan dipanggil dan diminta untuk menyampaikan peta jalan perbaikan instalasi pengolahan limbah mereka.
Namun, Faiz menegaskan bahwa jika tidak ada komitmen perbaikan dari perusahaan, sanksi tegas akan diterapkan. Sanksi ini dapat berupa denda administratif yang besar hingga opsi terberat, yaitu pencabutan izin operasional usaha.
Kondisi Sungai Sono: Tercemar Berat dengan Parameter Membahayakan
Hasil pengujian sementara dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang mengonfirmasi bahwa Sungai Sono berada dalam kondisi tercemar berat. Tingkat kekeruhan air (turbidity) sungai dilaporkan mencapai 250 NTU, angka yang sangat jauh dari ambang batas normal yang hanya 20 NTU. Ini berarti kekeruhan air sudah 25 kali lipat dari batas aman.
Parameter pencemaran lainnya juga menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Nilai Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) melonjak tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa air sungai dipenuhi oleh bahan organik dan kimia yang menyedot oksigen terlarut dalam air. Akibatnya, ikan dan biota air lainnya mati lemas karena kekurangan oksigen.
Peringatan untuk Seluruh Industri di Batang
Bupati Faiz juga mengingatkan seluruh pelaku industri di Kabupaten Batang untuk menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan dalam operasional mereka. Dia menekankan bahwa keuntungan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian alam dan lingkungan.
Tim gabungan akan terus bekerja untuk menelusuri aliran limbah hingga ke sumbernya dan akan menindak tegas perusahaan mana pun yang terbukti melanggar peraturan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Artikel Terkait
Harga BBM Global Melonjak Akibat Ketegangan AS-Iran, Hong Kong Catatkan Harga Termahal Rp72.253 per Liter
Beckham Putra Percaya Diri Hadapi Persija, Kemenangan atas PSIM Jadi Modal Berharga Persib
15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank, LPS Genjot Literasi Keuangan
Setelah 20 Kali Gagal, Perempuan Pematangsiantar Akhirnya Raih Beasiswa LPDP ke King’s College London