Kepala Staf Umum TNI, Letnan Jenderal Richard Tampubolon, memimpin delegasi militer Indonesia dalam Sidang ke-22 TNI-Singapore Armed Forces Annual Staff Meeting (TSASM) yang digelar di Singapura pada tahun 2026. Pertemuan tahunan ini menjadi forum konsultasi strategis antara Tentara Nasional Indonesia dan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) untuk mengevaluasi serta memperkuat kerja sama pertahanan bilateral kedua negara.
Sidang tersebut dipimpin bersama oleh Letjen Richard Tampubolon dan Brigadir Jenderal Chan Ching Hao selaku Kepala Staf Gabungan SAF. Sebelum memasuki agenda utama, perwira tinggi yang berasal dari korps Kopassus itu terlebih dahulu melaksanakan kunjungan kehormatan kepada COS-JS SAF. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk mempererat hubungan profesional dan saling pengertian antara kedua institusi pertahanan.
“Pertemuan ini menjadi wadah strategis untuk meninjau pelaksanaan berbagai program kerja sama pertahanan yang telah berjalan sekaligus membahas arah pengembangan kerja sama pada tahun-tahun mendatang,” ujar Richard dalam pernyataannya, Jumat (5/6/2026).
Dalam forum tersebut, kedua delegasi membahas secara komprehensif perkembangan berbagai mekanisme kerja sama bilateral yang berada di bawah kerangka hubungan pertahanan Indonesia-Singapura. Tidak hanya itu, sejumlah isu strategis pertahanan yang menjadi perhatian bersama juga turut dibahas, termasuk rencana penyelenggaraan TSASM pada periode mendatang.
“Hubungan kerja sama antara TNI dan SAF selama ini telah berkembang secara positif dan konstruktif, serta memberikan kontribusi penting dalam membangun rasa saling percaya, meningkatkan interoperabilitas, dan memperkuat stabilitas kawasan,” kata Richard.
“Melalui mekanisme TSASM, kedua pihak berkomitmen untuk terus mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan kepentingan bersama,” tegasnya.
Pada akhir sidang, kedua ketua delegasi menandatangani Risalah Sidang ke-22 TSASM sebagai bentuk kesepakatan bersama atas hasil pembahasan dan arah tindak lanjut kerja sama pertahanan bilateral ke depan. Penandatanganan risalah tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kemitraan pertahanan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada perdamaian serta stabilitas kawasan.
Delegasi Indonesia yang mendampingi Kasum TNI terdiri atas unsur Markas Besar TNI, perwakilan Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Atase Pertahanan Republik Indonesia di Singapura, serta personel Pusat Kerja Sama Internasional (Puskersin) TNI. Kehadiran delegasi lintas bidang tersebut mencerminkan komitmen TNI dalam memperkuat kerja sama pertahanan yang komprehensif dengan SAF.
Artikel Terkait
Pemadaman Listrik PLN Ganggu Pasokan Air Bersih di 24 RW Jakarta Jumat Malam
Tiga Remaja di Makassar Ditangkap, Serang Permukiman Demi Konten Media Sosial
Duel Saudara Kandung: Guela dan Desire Doue Saling Berhadapan di Laga Uji Coba Prancis vs Pantai Gading
Pelemahan Rupiah Tekan Industri Penerbangan, Maskapai Tutup Sejumlah Rute Domestik