Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menguji coba dua unit bus listrik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di kota tersebut. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan bahwa ketepatan waktu operasional menjadi prioritas utama dalam pengembangan moda transportasi ini.
Uji coba pengoperasian bus listrik secara resmi dilepas langsung oleh Wali Kota Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius dalam sebuah acara yang juga dirangkaikan dengan peluncuran logo Hari Jadi Pekanbaru ke-242. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari sebelumnya.
Dalam uji coba perdana itu, Agung Nugroho, Markarius, serta sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjajal langsung layanan bus listrik dari Mal SKA menuju Mal Pekanbaru (MP) yang berada di Jalan Jenderal Sudirman. Rombongan tampak semringah saat turun di Halte MP yang baru saja direnovasi.
Agung mengungkapkan bahwa pengoperasian bus listrik bertujuan untuk memperkuat layanan Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP). Namun, ia menekankan bahwa aspek terpenting yang perlu dipastikan adalah kepastian waktu tunggu bagi para penumpang.
“Jangan nanti kita terlalu terburu-buru mengadakannya, tapi ketepatan waktunya masih belum sesuai harapan. Makanya, yang paling penting dari angkutan umum ini adalah kenyamanan dan tepat waktu,” kata Agung.
Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua unit bus listrik yang beroperasi di Pekanbaru. Kedua bus tersebut akan mengikuti rute yang selama ini sudah dilayani oleh bus TMP di berbagai ruas jalan kota.
Di sisi lain, pengoperasian bus listrik yang merupakan moda transportasi modern dan ramah lingkungan juga dimaksudkan untuk mendukung program Green City. Langkah ini dinilai sejalan dengan visi dan misi kepemimpinan Agung-Markarius.
“Untuk itu, kita mulai mengubah angkutan umum dari yang berbahan bakar fosil ke energi listrik. Jadi, ini juga untuk mendukung program tersebut, yaitu penghijauan Kota Pekanbaru,” ucap Agung.
Dari segi keamanan, setiap unit bus listrik akan dilengkapi dengan 18 kamera pengawas atau CCTV. Sistem ini akan terhubung dengan sejumlah instansi untuk menjamin keamanan selama perjalanan berlangsung.
“Satu CCTV 360 derajat untuk melihat keseluruhan situasi, 17 CCTV lainnya dipasang di dalam dan di luar bus. Khususnya untuk memantau apakah sopir mengantuk, ugal-ugalan, penumpang bersikap sopan, atau apakah ada tindakan kriminalitas,” paparnya.
“CCTV online ini nantinya tersambung dengan pemerintah kota, termasuk juga dengan pihak kepolisian dan TNI. Ini merupakan salah satu upaya untuk pengamanan di Kota Pekanbaru,” tutup Agung.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Pekanbaru Masykur menyampaikan bahwa dua bus listrik tersebut memiliki kapasitas 30 dan 51 orang. Bus ramah lingkungan ini akan menyusuri jalanan dengan rute yang berbeda-beda agar menjangkau lebih banyak koridor.
“Kapasitasnya ada 30 dan 51 orang, dimulai hari ini uji coba dengan rute TMP yang sudah ada. Fokus kita memang pelayanan dan ketepatan waktu sesuai arahan Bapak Wali Kota. Untuk rutenya nanti berbeda-beda agar bisa dinikmati oleh semua koridor,” kata Masykur.
Artikel Terkait
Pelemahan Rupiah Tekan Industri Penerbangan, Maskapai Tutup Sejumlah Rute Domestik
HYROX Gantikan Padel sebagai Tren Olahraga Urban, Tawarkan Kompetisi Kebugaran Global yang Terstandarisasi
Mahasiswa PNUP Raih Juara Pertama Videography Challenge di Kompetisi Bahasa Inggris Politeknik Nasional
Pakar ITB: Panas Bumi Kunci Transisi Energi Bertahap Menuju Kemandirian Nasional