Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menegaskan bahwa hingga saat ini Dewan Perwakilan Rakyat masih menjadi pihak pengusul revisi Undang-Undang tentang Pemilu. Ia menyatakan bahwa Rancangan Undang-Undang Pemilu telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas tahun ini.
“Sampai hari ini DPR RI, sampai hari ini di dalam Prolegnas ya, bahwa RUU Pemilu entah itu RUU Pemilu, Pilpres ya, dan Pilkada, ataupun kodifikasi menjadi bagian prolegnas inisiatif DPR,” ujar Aria Bima di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Menurut politikus PDI Perjuangan tersebut, pihaknya hanya mengikuti keputusan yang telah disepakati dalam rapat paripurna. Namun, ia mengakui bahwa pembentukan panitia kerja (Panja) RUU Pemilu tidaklah mudah. Sebab, seluruh pandangan dari masing-masing fraksi harus disatukan dalam satu Daftar Inventarisasi Masalah (DIM).
“Sampai hari ini ya (masih usul DPR). Nah, kita ngikutin yang sudah ada sandaran hukumnya, yang sudah ada keputusan paripurna, (pembahasan) di Komisi II. Tentang Panjanya memang tidak mudah karena kita ini kan satu DIM. Kalau urusan inisiatif DPR, kita ini satu DIM. Nggak bisa kita ini beda DIM antar satu fraksi dengan fraksi yang lain,” jelas Aria Bima.
Ia menambahkan, penyusunan DIM dari DPR harus mencerminkan satu suara. Situasi akan berbeda jika RUU Pemilu merupakan inisiatif pemerintah. Dalam skenario tersebut, setiap fraksi dapat mengajukan DIM yang berbeda satu sama lain.
“DIM kita DPR dengan pemerintah. Ini yang salah satu, selain dalam penyusunan draf ya, kita ini harus satu lembaga. Beda kalau itu inisiatif pemerintah, kita bisa DIM fraksi. Ini yang salah satu juga tidak memudahkan kita menyusun draf RUU,” tuturnya.
“Kita ributnya, silang pendapatnya, demokrasinya, kan di penyusunan draf RUU. Kalau sudah RUU kan satu persepsi. Ya ini teman-teman, kalau ada yang mengatakan penundaan-penundaan, pembahasannya ulet, alot memang ndak mudah menterjemahkan putusan MK yang kali ini,” sambung Aria Bima.
Artikel Terkait
PLIN Fokus Revitalisasi Aset Utama untuk Dongkrak Kinerja pada 2026
PLN Luncurkan Kampanye Green Future Powered Today, Tukar Poin Naik MRT dan Bus Listrik dengan Voucher Listrik
Libur Panjang Akhir Pekan, Ribuan Pengunjung Padati Kebun Binatang Ragunan Sejak Pagi
Kelas Menengah Atas Makin Selektif Belanja Kesehatan di Tengah Tekanan Ekonomi