KAI Tutup Dua Perlintasan Liar di Tebet-Cawang untuk Cegah Kecelakaan

- Kamis, 14 Mei 2026 | 14:45 WIB
KAI Tutup Dua Perlintasan Liar di Tebet-Cawang untuk Cegah Kecelakaan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta resmi menutup perlintasan sebidang liar di jalur rel antara Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang, sebuah langkah tegas yang diambil untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan pengguna jalan dan moda transportasi kereta api.

Deputi 2 Daop 1 Jakarta PT KAI, Deddy Hendrady, mengungkapkan bahwa penutupan ini merupakan bagian dari program rutin tahunan perusahaan. “Sebenarnya kita sudah punya program setiap tahun ada penutupan perlintasan liar karena dari pengalaman setiap hari nih hampir ada tabrakan, bukan tabrakan ya orang-orang nabrak kereta,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Menurut Deddy, insiden di perlintasan sebidang hampir selalu dipicu oleh kelalaian pengguna jalan yang nekat menerobos palang pintu atau melintas di titik yang tidak semestinya. Ia menegaskan bahwa perspektif publik perlu diluruskan mengenai siapa sebenarnya pihak yang menabrak dalam kecelakaan semacam itu. “Karena ini juga perlu informasikan ke media, di internal kita kalau ada motor ditabrak kereta, itu adalah kebalikannya orang yang nabrak kereta karena kereta gak bisa menghindar gitu ya,” ucapnya.

Namun, Deddy menekankan bahwa kewenangan PT KAI terbatas pada aspek keselamatan perjalanan kereta api. Perusahaan tidak memiliki solusi untuk menyediakan fasilitas alternatif bagi warga yang selama ini bergantung pada perlintasan liar tersebut. “Di KAI itu tidak ada solusi, solusi hanya nutup aja untuk keamanan kereta api. Sedangkan solusi untuk fasilitas warga itu adalah kewenangan yang lain, seperti di Dishub dan pemda tapi kita selalu koordinasi kita akan nutup ini, tolong diinformasi diberikan fasilitas alternatif untuk penutupan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Samtopri, menyambut baik langkah KAI. Ia menilai program penutupan ini sangat tepat mengingat tingginya tingkat kerawanan di titik-titik perlintasan liar tersebut. “Ini kan minggu yang lalu sudah diinfokan ke kami. Saya rasa program ini bagus ya baik. Karena saya lihat perlintasan yang ini terlalu rapat,” kata Samtopri.

Samtopri mengidentifikasi setidaknya ada lima titik perlintasan liar di wilayahnya yang kerap dilintasi pejalan kaki dan pengendara sepeda motor. “Ada kurang lebih 5 titik itu perlintasannya dilintasi oleh pejalan kaki dan sepeda motor,” ujarnya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk mendukung penertiban ini demi keselamatan bersama.

“Jadi kita sampaikan kepada masyarakat, bahwasanya program ini adalah untuk kebaikan kita semua. Nanti setelah program ini berjalan, mari kita dukung, mari kita bantu terutama PT KAI dalam menertibkan lintasan-lintasan pejalan kaki dan sepeda motor yang ada di Kebon Baru ini,” pungkasnya.

Secara spesifik, KAI telah menutup dua perlintasan liar di kawasan RT 01 dan RT 03 yang jaraknya hanya sekitar 50 meter satu sama lain. Langkah ini diharapkan mampu memutus rantai kebiasaan berbahaya yang selama ini mengancam keselamatan perjalanan kereta api dan warga sekitar.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar