Damkar Jakarta Barat Kerahkan Robot Pemadam untuk Jinakkan Kebakaran Gudang Berisi Bahan Kimia

- Selasa, 12 Mei 2026 | 06:20 WIB
Damkar Jakarta Barat Kerahkan Robot Pemadam untuk Jinakkan Kebakaran Gudang Berisi Bahan Kimia

Tim pemadam kebakaran Jakarta Barat mengerahkan robot khusus untuk menjinakkan si jago merah yang melalap sebuah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres. Langkah ini terpaksa diambil setelah petugas mendeteksi potensi gas beracun yang berasal dari material bahan kimia yang ikut terbakar.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menjelaskan bahwa penggunaan unit robotik merupakan langkah antisipatif untuk melindungi personel dari risiko paparan racun. “Ya, salah satu fungsi unit robotik ini adalah untuk menghindarkan personel berhadapan langsung dengan potensi racun dari asap. Jadi kita gunakan mobil robotik,” ujarnya.

Namun, operasi robot tersebut tidak berlangsung lama. Setelah setengah jam beroperasi, unit robotik harus ditarik karena membutuhkan tekanan air yang sangat tinggi. Petugas pun kembali melanjutkan pemadaman secara manual. “Nanti mungkin saat proses pendinginan, unit robotiknya baru kita mainkan lagi,” tutur Syaiful.

Sementara itu, untuk mengantisipasi bahaya gas beracun, seluruh personel yang melakukan pemadaman manual diwajibkan mengenakan masker khusus. Selain mengandalkan robot, petugas juga menyemprotkan air dari berbagai sisi gudang menggunakan nozzle. Meskipun sempat terkendala pasokan air, strategi ini dinilai efektif untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

“Jadi, kita memadamkan dari berbagai sisi secara maksimal. Ada penembakan dari dua nozzle di titik tersebut, dua nozzle di tengah, dua nozzle di samping, dan dua nozzle di depan. Kurang lebih total ada 10 nozzle yang kita operasikan,” kata Syaiful.

Secara keseluruhan, sebanyak 25 unit mobil pemadam dan 125 personel gabungan dari Jakarta Barat dan Jakarta Utara dikerahkan untuk menjinakkan api di lokasi kejadian.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar