Selain itu, para pekerja di dalam kapal tersebut adalah warga asing yang diduga warga negara Tiongkok.
Menjawab keberadaan kapal pengeruk emas tersebut, pemerintah Aceh melalui Kepala Bidang Mineral dan Batubara (ESDM) Khairil Basyar mengatakan kalau kapal keruk emas tersebut milik perusahaan Indo Asia Mineral Persada yang bekerja sama dengan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Koperasi Putra Putri Aceh (KPPA).
Namun, menurut Khairil, memang kedua belah pihak sedang bermasalah dan hal tersebut sedang dimediasi oleh pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Aceh.
"Itu kapal keruk emas milik perusahaan Indo Asia Mineral Persada. Namun, memang sedang ada masalah dengan pihak pemegang IUP, yakni Koperasi Putra Putri Aceh dan sedang dimediasi," kata Khairil, Senin (21/5/2024).
Sementara itu, Kepala Teknik Tambang Koperasi Putra Putri Aceh Munawir menyebutkan tidak mengetahui keruk emas yang saat ada di kawasan Tutut.
Mereka mengaku tidak pernah berkoordinasi dengan pihak mereka sebagai pemegang IUP.
Lanjut Munawir, kapal keruk emas tersebut adalah investor dari China yang bekerja sama dengan perusahaan Indo Asia Mineral Persada.
Artikel Terkait
Mendag Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Lebaran 2026
PLN Pastikan Pasokan Batu Bara 84 Juta Ton untuk Jamin Listrik Aman Saat Lebaran
Dua Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Diplomasi Digeber
Menteri ESDM Tegaskan Stok BBM Aman 23 Hari, Masyarakat Diminta Tak Panik