Menteri ESDM Tegaskan Stok BBM Aman 23 Hari, Masyarakat Diminta Tak Panik

- Jumat, 06 Maret 2026 | 22:35 WIB
Menteri ESDM Tegaskan Stok BBM Aman 23 Hari, Masyarakat Diminta Tak Panik

Panik membeli BBM melanda sejumlah daerah, termasuk di Takengon, Aceh Tengah, Rabu lalu. Antrean kendaraan mengular ratusan meter, sementara warga berduyun-duyun dengan jeriken di tangan. Pemicunya? Kekhawatiran bahwa konflik antara AS, Israel, dan Iran yang berimbas pada penutupan Selat Hormuz akan mengganggu pasokan bahan bakar minyak di dalam negeri.

Namun begitu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia angkat bicara. Ia dengan tegas menjamin bahwa stok BBM kita aman dan terkendali. Jadi, kata dia, masyarakat tak perlu resah.

"Enggak perlu ada panik, enggak perlu. Suplai lancar," tegas Bahlil saat dijumpai di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/2/2026).

Ia lalu merinci soal cadangan minyak nasional. Menurut Bahlil, standar minimal yang harus dipegang adalah cadangan untuk 20 hari. Nah, kondisi saat ini justru lebih baik dari angka patokan itu.

"Sekarang cadangan minyak kita 23 hari. Jadi itu artinya standar kepemilikan kita, minyak kita itu aman," jelasnya.

Di sisi lain, Bahlil mengakui bahwa kapasitas penyimpanan atau storage kita memang terbatas. Ini bukan hal baru. Sejak dulu, sistem penampungan minyak tanah air hanya didesain untuk memenuhi kebutuhan sekitar 25 hari.

"Kemampuan storage tempat penampung minyak kita sejak dahulu kala memang kapasitas tampungnya itu hanya 25 hari. Jadi tempat storage-nya itu hanya 25 hari. Dari dulu ini, bukan baru sekarang," ucapnya menerangkan.

Dengan penjelasan itu, ia berharap gelombang kekhawatiran bisa mereda. Situasi di lapangan, kata Bahlil, tetap dalam pengawasan. Jadi, tak ada alasan untuk berburu-buru mengisi penuh tangki atau menimbun BBM dalam jeriken. Semua berjalan normal.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar