Dua kapal tanker milik Pertamina kini terkatung-katung di perairan yang memanas. Mereka terjebak di sekitar Selat Hormuz, jalur laut super sibuk yang tiba-tiba jadi ajang ketegangan geopolitik. Penyebabnya? Iran menutup selat itu menyusul konfliknya dengan Amerika Serikat dan Israel.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi situasi genting ini. Kapal-kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) itu sedang dalam perjalanan pulang membawa minyak mentah dari Timur Tengah.
“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz milik Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk mencari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” jelas Bahlil.
Nah, di titik inilah diplomasi Indonesia bergerak. Upaya penyelamatan itu dipimpin langsung oleh tim di KBRI Teheran. Menurut Direktur Jenderal ASPASAF Kemlu, Santo Darmosumarto, percakapan intensif dengan pemerintah Iran sedang berjalan.
"Terkait dengan yang terjadi saat ini dengan dua tanker dari pihak Pertamina, dapat disampaikan bahwa hal tersebut sedang di-follow up oleh teman-teman kita di KBRI Teheran,” kata Santo kepada awak media, Jumat lalu.
Artikel Terkait
Menteri ESDM Pastikan Pasokan BBM Aman Meski Konflik Timur Tengah Meluas
Imsak di Bogor Pukul 04.33 WIB, Berikut Jadwal Salat Lengkap 7 Maret 2026
Iran: 30 Persen Korban Tewas dalam Konflik Terbaru adalah Anak-anak
Kadin DKI Resmikan Dapur Percontohan Program Makan Bergizi Gratis