Jakarta, Sabtu (25/4/2026) kemarin, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Pertemuan ini berlangsung di Kantor Sekretariat Kabinet. Isu utamanya? Rencana penambahan kuota magang nasional.
Lewat unggahan di Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Minggu (26/4/2026), terlihat bahwa keduanya membahas progres dan rencana strategis di bidang ketenagakerjaan. Bukan cuma soal angka, tapi juga arah kebijakan ke depan.
"Program Magang Nasional 2025-2026 saat ini sudah diikuti 100.000 peserta. Awalnya, pendaftar mencapai sekitar 400 ribu orang," begitu bunyi keterangan dalam unggahan tersebut.
Antusiasme masyarakat ternyata cukup tinggi. Melihat itu, pemerintah pun berencana menambah kuota untuk periode 2026-2027. Tapi bukan sekadar nambah jumlah. Komitmennya juga soal peningkatan kualitas pelatihan dan keahlian. Harapannya, peserta lebih siap diserap industri.
"Untuk periode 2026-2027, pemerintah berencana meningkatkan kuota serta meningkatkan kualitas dan keahlian peserta magang," kata Yassierli dalam pernyataannya.
Nah, kenapa program ini begitu diminati? Selain dapat pengalaman kerja dan bimbingan mentor, peserta juga mendapat upah bulanan sesuai UMP dari pemerintah pusat. Buat lulusan sarjana, ini jelas jadi daya tarik tersendiri.
Di sisi lain, pertemuan itu juga menyentuh soal program pelatihan vokasi bagi lulusan SMK. Tujuannya jelas: meningkatkan kesiapan kerja mereka sebelum benar-benar terjun ke dunia industri.
"Kementerian Ketenagakerjaan juga terus menjalankan berbagai program untuk meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan pekerja, khususnya bagi buruh, pekerja outsourcing, dan pekerja rumah tangga," demikian bunyi keterangan resmi.
(kunthi fahmar sandy)
Artikel Terkait
Penembakan di White House Correspondents’ Dinner, Pelaku Guru California Diamankan tanpa Korban Luka
Penembakan di Makan Malam Koresponden Gedung Putih, Lokasi yang Sama dengan Percobaan Pembunuhan Reagan 1981
Wamensos: Sekolah Rakyat Jadi Jembatan Emas Putus Rantai Kemiskinan
Mahfud MD Bela Saiful Mujani dari Tuduhan Makar: Unsur Menggulingkan Pemerintah Tak Ada