Rencana sudah matang: Rabu petang, 22 April 2026, Stadion Sultan Agung di Bantul seharusnya jadi saksi duel panas PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta. Tapi ternyata, rencana tinggal rencana. Laskar Mataram kini justru harus merantau jauh ke Bali. Pertandingan pekan ke-29 Super League itu dipastikan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Bukan cuma lokasinya yang berubah, jam mainnya pun maju jauh jadi pukul 15.30 WIB.
Penyebabnya? Izin keamanan. Polisi setempat dikabarkan tidak memberikan lampu hijau untuk pertandingan digelar di kandang PSIM. Ini agak ironis, sebenarnya. Relasi antara suporter PSIM dan Persija dikenal cukup baik, bahkan terbilang harmonis. Buktinya, saat putaran pertama di Jakarta November lalu, ribuan pendukung PSIM memadati SUGBK bukan cuma untuk mendukung timnya, tapi juga ikut merayakan ulang tahun Persija yang ke-97.
Namun begitu, aturan tetap aturan. Dan konsekuensinya berat buat PSIM. Mereka harus merelakan keunggulan kandang, plus dukungan langsung dari para pendukungnya. Soalnya, laga ini juga ditetapkan sebagai pertandingan tertutup. Stadion di Bali itu akan sepi dari sorak-sorai penonton.
Kondisi ini jelas jadi pukulan telak bagi kubu PSIM. Performa mereka sedang tidak bagus-bagus amat. Dalam lima laga terakhir, Laskar Mataram sama sekali belum merasakan kemenangan. Pekan lalu, mereka lagi-lagi tumbang dengan skor 1-2 dari Bhayangkara FC. Moral tim pasti sedang di ujung tanduk.
Di sisi lain, Persija datang dengan angin berbeda. Macan Kemayoran baru saja meraih poin penuh dari markas PSBS Biak di Sleman, lewat kemenangan tipis 1-0. Momentum itu pasti mereka bawa ke Bali. Jadilah, PSIM harus bertarung di 'kandang' netral yang sepi, dengan catatan performa yang suram, melawan lawan yang sedang percaya diri. Tantangan yang tidak mudah.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Akan Konsultasi Ahli Syariat Soal Cara Musnahkan Ikan Sapu-sapu
BNI Pastikan Pengembalian Dana Rp28 Miliar Paroki Aek Nabara Rampung Pekan Ini
Meta Bersiap PHK Ribuan Karyawan, Didorong Investasi Besar-besaran di AI
Pupuk Indonesia Tegaskan Prioritas Pasokan Domestik Sebelum Ekspor Urea