Iran Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb Balas Blokade AS di Hormuz

- Senin, 13 April 2026 | 09:30 WIB
Iran Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb Balas Blokade AS di Hormuz

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Velayati menegaskan, "Jika Gedung Putih berani mengulangi kesalahan bodohnya, mereka akan segera menyadari bahwa aliran energi dan perdagangan global dapat terguncang hanya dengan satu gerakan."

Memang, letaknya yang strategis membentang antara Yaman dan Djibouti menjadikan selat ini sangat vital. Sekitar 12 persen minyak dunia melewati jalur sempit ini. Ia adalah pintu gerbang perdagangan antara Asia dan Eropa. Jadi, gangguan di sini dampaknya akan langsung terasa global, terutama di pasar energi yang sudah rentan.

Ini bukan pertama kalinya kawasan itu memanas. Tahun lalu, kelompok Houthi dari Yaman yang punya hubungan dekat dengan Teheran sudah mulai menyerang kapal di Laut Merah. Aksi mereka disebut sebagai respons atas perang di Gaza. Dan posisi mereka semakin jelas ketika secara resmi bergabung dengan perang Iran melawan AS dan Israel akhir Maret lalu, dengan meluncurkan rudal ke Israel selatan.

Jadi, ancaman Iran ini bukan sekadar gertakan. Mereka punya sekutu di lapangan dan menguasai titik-titik choke point yang bisa mengacaukan ekonomi dunia. Situasinya makin runyam, dan dunia hanya bisa menunggu langkah AS berikutnya.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar