Sebuah rudal balistik Iran meluncur melewati langit Irak dan Suriah, masuk ke wilayah udara Turki. Namun, ia tak sampai ke tujuan. Sistem pertahanan udara NATO yang berjaga di Mediterania timur berhasil menghancurkan ancaman itu di udara.
Kementerian Pertahanan Turki, dalam pernyataannya, mengkonfirmasi insiden tersebut. Mereka menyebut rudal itu telah "dihadang dan dinetralisir" oleh aset NATO. Meski begitu, pihak Turki enggan menyebutkan target sebenarnya dari rudal tersebut.
Menurut sejumlah saksi, situasi sempat mencemaskan. Pecahan-pecahan benda jatuh di distrik Dortyol, Turki selatan, dekat perbatasan Suriah. Untungnya, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Pejabat setempat kemudian menjelaskan, pecahan itu berasal dari pencegat yang digunakan untuk menetralisir ancaman tadi.
Lalu, ke mana sebenarnya rudal itu ditujukan? Seorang pejabat Turki yang enggan disebutkan namanya memberikan penjelasan lain. Ia mengatakan rudal tersebut "ditujukan ke pangkalan di Siprus Yunani tetapi melenceng dari jalurnya".
Artikel Terkait
Jemaah Iran Menghilang di Tanah Suci, Diduga Terkait Ketegangan Geopolitik
Bayi Dua Hari Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk, Disertai Surat Pilu dari Kakak 12 Tahun
Pemerintah dan Tokoh Bali Sepakati Takbiran 2026 Tanpa Pengeras Suara Saat Nyepi
AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Lepas Pantai Sri Lanka, 87 Pelaut Tewas