Iran Bergolak: Zionis Dituding Dalangi Gelombang Teror dan Pembakaran Tempat Ibadah

- Minggu, 11 Januari 2026 | 06:00 WIB
Iran Bergolak: Zionis Dituding Dalangi Gelombang Teror dan Pembakaran Tempat Ibadah

Ini bukan unjuk rasa biasa. Yang terjadi di Iran belakangan ini jauh lebih buruk: sebuah kekacauan yang didalangi dan didukung oleh negara Zionis.

Bayangkan saja. Dua puluh lima masjid hangus dilalap api. Tempat-tempat suci tak luput dari pembakaran. Al-Quran, kitab yang dihormati jutaan orang, dinodai lalu dibakar begitu saja. Supermarket dijarah, stok makanan malah dimusnahkan. Bahkan, seorang bocah perempuan tiga tahun tewas di depan ayahnya. Sungguh mengerikan.

Daftar kekejiannya masih panjang. Dua unit mobil pemadam kebakaran justru jadi sasaran api. Rumah sakit diserang. Lalu ada seorang petugas keamanan swasta yang tewas, jasadnya dibakar. Dan aksi-aksi ini terus berlanjut.

Jangan sampai keliru menilai situasi. Ini adalah terorisme murni. Bukan spontanitas warga yang geram, tapi aksi yang disponsori, diorganisir, dan diarahkan dengan rapi oleh entitas Zionis.

Memang, keluhan warga Iran soal ekonomi itu nyata. Dari pejabat hingga rakyat jelata, semua punya alasan untuk protes. Tapi unjuk rasa damai itu sudah dibajak. Dibajak oleh preman-preman teroris yang digerakkan Mossad. Seperti yang sempat diungkap Mike Pompeo yang dijuluki "Captain Ozempic" itu di platform X.

Di sisi lain, ada juga pihak yang memanfaatkan situasi. Reza Pahlavi, putra sulung Syah Iran yang digulingkan pada 1979 dan kini tinggal di AS, terang-terangan menyerukan serangan militer Israel dan Amerika terhadap Iran.


Halaman:

Komentar