FIFA Yakin Piala Dunia 2026 Aman Meski Gelombang Kekerasan Guncang Meksiko

- Kamis, 26 Februari 2026 | 06:00 WIB
FIFA Yakin Piala Dunia 2026 Aman Meski Gelombang Kekerasan Guncang Meksiko

Gelombang kekerasan baru-baru ini mengguncang Meksiko, menimbulkan pertanyaan besar soal keamanan jelang Piala Dunia 2026. Aksi balas dendam kartel narkoba itu memang serius, menciptakan ketegangan di seantero negeri. Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino punya keyakinan lain. Ia menegaskan, penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia itu bakal aman-aman saja.

Semua berawal dari operasi militer di dekat Guadalajara. Nemesio Oseguera, atau yang lebih dikenal sebagai El Mencho, sang bos Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), dilaporkan tewas. Kematiannya ibarat memercikkan bensin ke bara api.

Reaksinya cepat dan brutal. Anggota kartel langsung bergerak, memblokir jalan-jalan, membakar mobil dan truk, serta menyerang sejumlah bisnis. Kekacauan ini menjalar ke 20 dari total 32 negara bagian di Meksiko. Menurut laporan, sedikitnya 74 orang kehilangan nyawa. Pemerintah berusaha meredam kepanikan dengan menyatakan sebagian besar korban bukan warga sipil biasa.

Yang bikin was-was, Guadalajara salah satu kota tuan rumah Piala Dunia justru jadi episentrum kerusuhan. Suasana kota berubah jadi mencekam. Penduduk dan wisatawan terpaksa mengungsi mencari tempat aman, sebuah gambaran yang kontras dengan sukacita pesta sepak bola yang rencananya digelar 11 Juni hingga 19 Juli 2026 nanti, bersama Amerika Serikat dan Kanada.

Di tengah situasi seperti itu, Gianni Infantino justru bersikap optimis. Ia meyakinkan publik bahwa persiapan di Meksiko berjalan dengan baik.

“Sangat yakin, semuanya baik-baik saja. Ini akan spektakuler,” ujarnya mantap.

Kekacauan yang Menyebar

Pasca-kematian El Mencho, kekacauan benar-benar meluas. Jalanan di sejumlah wilayah berubah jadi medan yang mencekam. Kendaraan-kendaraan dibakar, meninggalkan kepulan asap hitam yang mengepul ke langit. Suasana makin horor karena rekaman kejadian itu membanjiri media sosial. Foto dan video mobil yang dilalap si jago merah beredar cepat, memperlihatkan betapa kacaunya situasi di lapangan.

Namun begitu, tekad untuk melanjutkan Piala Dunia tampaknya tak goyah. Tinggal menunggu waktu, apakah keyakinan FIFA itu akan terbukti di tengah realitas yang masih berdarah.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar