LISBON Stadion pun bergemuruh. Di menit-menit pamungkas laga Benfica melawan Real Madrid, sebuah drama nyaris tak masuk akal tercipta. Bukan oleh striker, tapi oleh sang penjaga gawang, Anatoliy Trubin. Aksi heroiknya bukan cuma menggagalkan impian Madrid lolos otomatis, tapi juga membawa Benfica melenggang ke babak play-off.
Sebelum momen puncak itu, laga sudah berjalan dengan intensitas tinggi. Benfica sempat unggul 3-2 lewat gol Schjelderup dan penalti Pavlidis, yang berhasil membalas dua gol Kylian Mbappe. Tapi, kemenangan tipis itu ternyata belum cukup. Mereka tetap akan tersingkir karena kalah produktivitas gol dari Marseille, yang selisih golnya sama-sama di angka -3.
Nah, di sinilah segalanya berubah.
Di menit terakhir, saat tendangan bebas diberikan untuk Benfica, Trubin tiba-tiba berlari meninggalkan kotak penaltinya. Ia maju ke area lawan. Dan di detik-detik injury time, tepatnya menit 90 8, sang kiper menyundul bola masuk ke gawang Madrid! Skor berubah jadi 4-2. Gol itu seperti petir di siang bolong, menghancurkan harapan Madrid sekaligus mengantarkan Benfica sebagai tim peringkat ke-24 yang berhak lanjut.
José Mourinho, sang pelatih, mengaku keputusannya mengirim Trubin ke depan adalah sebuah kalkulasi dadakan.
Artikel Terkait
Lamine Yamal Bawa Barcelona Lolos Mulus, Rasanya Lebih Bebas di Liga Champions
Bellingham Soroti Mentalitas Usai Real Madrid Tersingkir dari Jalur Langsung
Ragnar Oratmangoen: Antara Persib dan Persebaya di Tengah Gelombang Pulang Diaspora
Mitrevski dan Kisahnya: Dari Dewa United ke Pilar Utama Persebaya