Asrul, seorang lelaki berusia 72 tahun, tak bisa menyembunyikan rasa keheranannya. Di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten, ia harus merogoh kocek hampir dua kali lipat dari harga yang tertera di tiket untuk bisa naik kapal. Padahal, tiket itu sendiri ia dapatkan langsung dari seorang petugas pengecekan.
Perjalanan mudik Asrul dari Bekasi menuju Padang ini memang tak mulus. Awalnya, dia berniat berangkat dari Pelabuhan Merak. Tapi karena membawa sepeda motor, dia malah diarahkan ke Pelabuhan Ciwandan. Jadilah, Minggu malam itu, sekitar pukul 23.00, dia sudah sampai di sana dengan satu masalah: dia tak punya tiket online.
"Pas di pintu loket, petugasnya tanya, 'Pak, HP bapak mana?'."
"Saya jawab saja, 'Enggak punya'. Nah, akhirnya dia yang bantuin," cerita Asrul.
Artikel Terkait
Pemerintah Berlakukan Kerja dari Mana Saja untuk Antisipasi Kemacetan Mudik Lebaran 2026
Union Berlin Menang Dramatis, Mainz Jauh dari Degradasi di Pekan ke-26 Bundesliga
Sembilan Layanan Gizi di Gresik Ditutup Sementara Usai Berikan Kelapa Utuh
Tafsir Mimpi Buaya: Simbol Kewaspadaan hingga Pertanda Perubahan