DPR Desak Pemerintah Segera Beri Trauma Healing bagi Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

- Kamis, 30 April 2026 | 11:45 WIB
DPR Desak Pemerintah Segera Beri Trauma Healing bagi Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Jakarta Suara desakan mulai bermunculan. Pemerintah diminta untuk segera menyediakan layanan trauma healing bagi para korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Soalnya, menurut sejumlah pihak, urusan medis saja tidak cukup. Butuh dukungan psikososial yang kuat buat memulihkan kondisi mental, baik korban maupun keluarganya.

“Layanan penyembuhan trauma dan dukungan psikososial itu harus segera diberikan,” tegas anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 30 April 2026. “Pemulihan mental adalah bagian yang nggak terpisahkan dari proses pemulihan korban secara keseluruhan.”

Di sisi lain, Netty juga mendorong agar seluruh hak korban dipenuhi. Baik yang luka-luka maupun keluarga yang meninggal dunia. Ia bilang, negara harus hadir, menjamin perlindungan sosial dan kesehatan tanpa belit-belit birokrasi yang bikin runyam.

Menurutnya, korban luka wajib dapat perawatan medis terbaik sampai benar-benar sembuh. Sementara untuk keluarga korban meninggal, santunan harus cair tepat sasaran. Ini bentuk tanggung jawab negara dalam perlindungan sosial, katanya.

“Korban luka harus memperoleh layanan kesehatan terbaik hingga pulih. Sementara keluarga korban meninggal berhak mendapatkan santunan dan seluruh bentuk perlindungan sosial secara cepat, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya lagi.

Suasana evakuasi gerbong KRL Commuter Line usai bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz/am.

Nah, soal penyebab kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL rute Kampung Bandan-Cikarang itu, Netty mendukung penuh investigasi oleh KNKT. Menurut dia, hasil investigasi harus diungkap tuntas, objektif, dan transparan. Bukan cuma cari siapa yang salah, tapi jadi dasar perbaikan total sistem keselamatan transportasi nasional.

“Investigasi harus dilakukan secara objektif, transparan, dan tuntas, untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Hasil investigasi ini harus menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi nasional agar tragedi serupa tidak terulang,” kata Netty.

Ia pun mengingatkan, keselamatan penumpang itu hak hidup masyarakat. Harus jadi prioritas. Evaluasi di area perlintasan dan operasional kereta api mesti segera dilakukan. Biar kejadian kayak gini nggak terjadi lagi di masa depan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar