Duka di Rumah Mewah Cilegon: Bocah 9 Tahun Tewas Ditikam dalam Perampokan

- Rabu, 17 Desember 2025 | 09:50 WIB
Duka di Rumah Mewah Cilegon: Bocah 9 Tahun Tewas Ditikam dalam Perampokan

Suasana mencekam menyelimuti sebuah rumah mewah bergaya klasik di kawasan perumahan elite Bukit Baja Sejahtera III, Cilegon, Selasa (16/12/2025) lalu. Rumah itu milik politisi Maman Suherman, dan hari itu menjadi lokasi sebuah peristiwa tragis: perampokan yang berakhir dengan tewasnya anak pemilik rumah, MAHM, yang baru berusia 9 tahun.

Menurut informasi yang beredar, kejadiannya berlangsung sekitar pukul dua lebih siang. Saat itu, Maman sedang berada di kantornya. Tiba-tiba, telepon darurat dari anak keduanya yang berusia 8 tahun, D, membuat jantungnya berdebar kencang. Dari seberang telepon, si kecil berteriak minta tolong.

Maman pun langsung bergegas pulang. Namun, apa yang ditemuinya di rumah sungguh di luar dugaan. Anak sulungnya, MAHM, sudah tergeletak tak berdaya, bersimbah darah. Kondisinya parah.

“Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis,” kata pihak Polsek Cilegon, Polres Cilegon.

Sayangnya, upaya tim medis di RS Bethsaida Cilegon tak mampu menyelamatkan nyawa bocah malang itu. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di sekujur tubuhnya. Sungguh mengerikan.

Keluarga kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi sekitar pukul tiga sore. Hanya dalam waktu 20 menit, tim dari Satreskrim Polres Cilegon sudah bergerak cepat. Mereka mendatangi TKP, memasang garis polisi, dan mulai mengumpulkan keterangan awal. Penyidikan pun dimulai.

Motifnya apa? Itu yang masih jadi tanda tanya besar. Pihak kepolisian sendiri masih sangat berhati-hati. Mereka belum mau bicara banyak soal pelaku atau motif di balik pembunuhan keji ini. Semua masih diteliti.

“Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab dan kronologi lengkap kejadian ini,” ujar sumber kepolisian.

Hingga lewat maghrib, suasana di lokasi masih tegang. Rumah itu dijaga ketat polisi. Di luar pagar, warga berkerumun. Ada yang datang melayat, tak sedikit pula yang sekadar ingin melihat dari dekat rumah mewah yang tiba-tiba menjadi pusat perhatian karena musibah.

Ada satu informasi menarik yang beredar dari mulut ke mulut di antara warga: katanya, CCTV di rumah korban sedang tidak berfungsi. Tapi, polisi belum mau mengonfirmasi kebenaran kabar ini. Mereka masih menyisir setiap sudut untuk mencari petunjuk.

Lalu, siapa sebenarnya Maman Suherman ini? Seorang tetangga yang enggan namanya disebut membenarkan bahwa korban adalah anak Pak Haji Maman.

“Betul, katanya terjadi perampokan dan anak dari Pak Haji Maman meninggal dunia,” ujarnya.

Dari karangan bunga yang memenuhi depan rumah, terlihat bahwa Maman adalah Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dia bukan orang baru di dunia politik lokal Cilegon. Dulu, dia pernah menjabat sebagai Sekretaris DPC PPP kota tersebut. Selain aktif berpolitik, Maman juga dikenal sebagai seorang pengusaha di daerah Banten.

Kini, di balik kemewahan rumah bergaya Eropa-Amerika itu, yang tersisa hanya duka mendalam. Sebuah keluarga berduka, dan sebuah kasus pembunuhan yang masih gelap, menunggu terungkap oleh penyelidikan polisi.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler