"Saya awalnya tidak yakin apakah skor 3-2 sudah aman. Saya tidak dapat informasi yang jelas. Kami sudah memasukkan Franjo Ivanović dan António Silva untuk mengamankan hasil. Begitu tersadar itu belum cukup, saya suruh Nico [Otamendi] maju karena kuota pergantian sudah habis. Lalu, saat ada tendangan bebas itu, saya berteriak pada Trubin untuk maju. Dahl tetap di belakang, karena menang tetaplah prioritas," jelas Mourinho.
Tentang kemampuan mencetak gol kipernya, Mourinho sama sekali tidak terkejut.
"Kami tahu dia bisa. Kami sudah lihat sebelumnya. Beberapa minggu lalu di Porto, di menit akhir dia maju dan nyaris mencetak gol. Jadi ya, pemain besar macam dia memang punya kemampuan itu. Tentu, kualitas umpan silangnya juga harus bagus. Tapi yang terpenting, itu adalah gol yang benar-benar luar biasa untuk seorang penjaga gawang," tandasnya.
Bagaimana dengan sang pahlawan sendiri? Trubin mengaku sempat kebingungan.
"Saya sebenarnya tidak paham situasi klasemen saat itu. Tomás Araújo dan António Silva berteriak 'satu, satu', dan saya cuma bisa bengong, 'Apa maksudnya?'. Tapi kemudian saya lihat semua orang menyuruh saya maju. Saya lihat juga gestur pelatih. Ya sudah, saya maju saja, masuk ke kotak penalti dan... Saya sampai sekarang masih sulit percaya. Ini momen yang gila. Saya tidak biasa mencetak gol. Usia saya 24 tahun dan ini adalah yang pertama. Luar biasa," ujarnya, masih terbawa euforia.
Artikel Terkait
Bodo/Glimt Guncang Madrid, Lolos ke Babak Krusial Liga Champions
PSM Makassar Sambut Striker Asing Baru, Persib Fokus pada Masa Depan
Alwi Farhan Hancurkan Lawan, Melaju ke Perempat Final Thailand Masters
Rian Irianto Cetak Gol Maradona, Persebaya Gasak PSIM 3-0