BARCELONA Deadline bursa transfer musim panas makin dekat, dan Barcelona masih berjuang mati-matian. Targetnya jelas: mengumpulkan dana segar agar bisa memenuhi aturan keuangan La Liga. Kalau berhasil, mereka baru bisa leluasa belanja pemain.
Aturan yang disebut 1:1 itu intinya sederhana: klub boleh belanja sebesar pemasukan yang mereka dapat. Nah, di situlah masalahnya. Meski upaya perbaikan finansial sudah digenjot berbulan-bulan, progresnya belum bisa dibilang menggembirakan. Mereka sih bilang sudah mendekati target, tapi tetap saja, belum sampai.
Lalu, dari mana uangnya dicari? Salah satu opsi yang sedang mengambang adalah lewat tur pramusim. Asia jadi incaran lagi, setelah tahun lalu mereka manggung di Jepang dan Korea Selatan. Kali ini, tawaran menggiurkan datang dari Korea Selatan untuk tahun 2026: satu pertandingan saja nilainya bisa mencapai 9 sampai 10 juta euro. Gila juga, ya? Manajemen Barcelona konon masih mempertimbangkan tawaran itu dengan sangat hati-hati.
Namun begitu, keputusannya nggak semudah membalikkan telapak tangan. Jadwal tim tahun 2026 bakal sangat ruwet.
Rencana pramusim tahun ini aja belum ada kepastian. Tur ke Amerika Serikat, yang jadi langganan sebelumnya, hampir pasti batal karena negeri Paman Sam itu akan jadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Jadinya, Asia terutama Korea Selatan memang terbuka lebar. Tapi, jangan lupa, banyak pemain Barcelona yang kemungkinan besar akan membela negaranya di Piala Dunia tersebut.
Artinya, waktu persiapan mereka untuk musim 2026-2027 bakal sangat terbatas. Padat banget.
Maka, wacana untuk sama sekali tidak mengadakan tur pun mulai muncul. Main satu laga jarak jauh, kalau nggak diatur bagus-bagus, justru bisa bikin persiapan tim berantakan. Capek perjalanan, adaptasi iklim, risiko cedera semua itu mesti dihitung.
Di sisi lain, Barcelona punya track record yang jelas: mereka sering banget ngambil laga persahabatan yang nilai komersialnya tinggi. Uang, jujur saja, sering jadi pertimbangan utama. Dilema klasik antara isi kas dan kondisi fisik pemain.
Jadi, sekarang semuanya tergantung pembahasan internal klub. Barcelona dituntut untuk pintar menyeimbangkan dua hal: kebutuhan dana yang mendesak, dan kesiapan skuad agar tetap bisa bersaing ketat musim depan. Keputusan akhirnya? Kita tunggu saja.
Artikel Terkait
PSG Vs Arsenal di Final Liga Champions: Juara Bertahan Hadapi Ambisi Historia The Gunners
PBTI Resmi Lantik Pengprov Taekwondo Maluku Utara Masa Bakti 2026–2030, Gubernur Terima Sabuk Hitam Kehormatan
Ragnar Oratmangoen Siap Hengkang dari FC Dender Usai Degradasi, Bali United dan Garudayaksa FC Jadi Tujuan
Alasan John Herdman Bawa Dua Calon Pemain Naturalisasi ke TC Timnas Jelang Piala AFF 2026