Iran punya ancaman baru. Mereka menyatakan siap menutup Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah, sebagai balasan jika Amerika Serikat benar-benar memblokade kapal-kapal mereka di Selat Hormuz. Ancaman ini muncul langsung dari siaran televisi pemerintah Iran, Press TV.
"Kalau Trump berani bertindak di Selat Hormuz, dia juga akan kehilangan Selat Bab al-Mandeb," begitu bunyi pernyataan yang mereka sampaikan, mengutip pernyataan stasiun televisi tersebut.
Semua ini berawal dari pernyataan Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu. Dia mengatakan angkatan lautnya akan menghalangi semua kapal yang coba masuk atau keluar dari Selat Hormuz. Esok harinya, Senin, militer AS mengonfirmasi blokade itu akan segera dimulai. Namun, ada sedikit perbedaan penekanan. Militer menyatakan blokade hanya untuk kapal yang menuju atau dari pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman. Kapal yang melintas ke pelabuhan negara lain tidak akan diganggu.
Nah, ancaman penutupan Selat Bab al-Mandeb bukan main-main. Menurut Ali Akbar Velayati, Penasihat Senior Pemimpin Tertinggi Iran, kawasan itu sekarang dipandang setara dengan Hormuz oleh Front Perlawanan.
Artikel Terkait
Auditor BPKP Ungkap Kerugian Negara Rp1,5 Triliun dari Pengadaan Chromebook
Pemerintah Coret 11.014 Penerima Bansos karena Tidak Tepat Sasaran
Gus Ipul: Wacana Penebalan Bansos 2026 Masih Tahap Pembahasan, Tunggu Keputusan Presiden
AS Pertimbangkan Serangan Terbatas atau Blokade Maritim ke Iran