Di sisi lain, prospek Thailand bahkan lebih suram. Ekonominya mungkin cuma tumbuh 1,3 persen tahun ini, melorot jauh dari ekspansi 2,4 persen di 2025.
Namun begitu, dampaknya tak berhenti di dua negara itu saja. Filipina, misalnya, juga terkena imbas cukup besar. Pertumbuhan ekonominya diperkirakan merosot ke 3,7 persen dari sebelumnya 4,4 persen. Malaysia pun ikut terkena getahnya, dengan ekspansi PDB yang diprediksi turun ke 4,4 persen dari 4,9 persen.
Bagaimana dengan Indonesia? Ekonomi kita diproyeksikan masih tumbuh, meski agak melambat. Angkanya sekitar 4,7 persen tahun ini, setelah sebelumnya mencatat 5,1 persen. Laporan Bank Dunia ini fokus pada negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik, jadi negara seperti Singapura tidak tercakup di dalamnya.
Intinya, riak konflik yang jauh di sana ternyata bisa jadi ombak besar bagi perekonomian negara-negara yang bergantung pada impor energi. Situasinya perlu dicermati betul.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Tulungagung dalam OTT, Sita Uang Rp335 Juta dan Sepatu Mewah Rp129 Juta
Bupati Tulungagung Ditahan KPK Diduga Paksa ASN Setor Rp5 Miliar
Pemerintah AS dan The Fed Peringatkan Bank Soal Ancaman AI Mythos
Eksel Runtukahu Cetak Dua Gol, Soroti Peluang ke Timnas Indonesia