JAKARTA – Antrean panjang calon jemaah haji kini jadi perhatian serius. Presiden Prabowo Subianto punya pesan khusus: carikan solusi agar ibadah haji tak lagi dibayangi antrean yang memakan waktu puluhan tahun. Merespons hal itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sedang mematangkan sebuah wacana baru yang cukup mengejutkan: skema 'War Ticket'.
Gagasannya sederhana, tapi radikal. Siapa cepat, dia dapat. Kuota haji yang diberikan Arab Saudi, misalnya 200.000 kursi per tahun, akan dibuka untuk dipesan langsung. Mereka yang berhasil mengamankan tempat dalam kuota itu, dialah yang berangkat. Tak perlu lagi mengantre bertahun-tahun.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang mengungkapkan ide ini.
Menurutnya, persoalan antrean panjang ini mulai mengemuka pasca munculnya persoalan keuangan haji. Situasi seperti ini, klaimnya, tidak terjadi sebelum adanya Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Artikel Terkait
Transaksi QRIS di Luar Negeri Tumbuh 28%, ALTO Tambah 3 Negara Mitra Baru
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Yield Total Tembus 10,1%
Arab Saudi Resmi Hentikan Visa Haji Furoda 2026, Indonesia Dukung Penuh
Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu untuk Jaga Kekayaan Negara