Ombudsman RI Baru Fokus Benahi Internal dan Dampingi Program Pemerintah

- Jumat, 10 April 2026 | 19:45 WIB
Ombudsman RI Baru Fokus Benahi Internal dan Dampingi Program Pemerintah

Di Istana Negara, Jumat lalu, suasana tampak khidmat. Sembilan sosok baru saja dilantik, mengisi kursi Ombudsman RI untuk periode enam tahun ke depan. Salah satunya adalah Hery Susanto, yang kini memegang peran ganda sebagai Ketua merangkap Anggota.

Pelantikan itu sendiri adalah bagian dari serangkaian acara kenegaraan, bareng dengan pengucapan sumpah Hakim MK dan beberapa duta besar. Tapi bagi Hery, momen itu lebih dari sekadar ritual. Ini adalah tanda dimulainya pekerjaan rumah yang menumpuk.

"Kami bersembilan akan segera merapatkan barisan," ujarnya.

Nada suaranya tegas. Misi pertama mereka, menurut Hery, adalah merampungkan segala tugas dan fungsi yang sempat tertunda. Rupanya, proses pelantikan yang molor hampir dua bulan itu sempat bikin kinerja lembaga mandek. Alhasil, banyak hal yang tertahan.

Kini, dengan mandat yang sudah resmi, Ombudsman siap kembali mengawasi pelayanan publik. Tapi sebelum terjun ke lapangan, ada hal mendasar yang harus dibenahi: internal lembaganya sendiri.

Fokus pertama? Membenahi rumah sendiri.

Hery mengakui, ada beberapa hal di internal Ombudsman yang masih perlu diperbaiki. Struktur organisasi, soal SDM, dan pengelolaan anggaran jadi perhatian utama. Itu langkah awal yang tak bisa ditawar.

Di sisi lain, dia juga menyoroti sebuah persepsi yang selama ini mengambang. Banyak yang merasa Ombudsman masih "jauh" dari pemerintah. Jarak itu yang ingin dia dekati.

"Oleh karena itu, kami akan mendekatkan program-program yang menjadi tujuan pemerintah," jelas Hery.

Maksudnya, pengawasan yang dilakukan nanti akan lebih fokus pada program-program prioritas pemerintah. Tujuannya sederhana: memastikan manfaatnya benar-benar nyata buat rakyat. Ambil contoh program pendidikan gratis, sekolah rakyat, atau makan bergizi gratis. Belum lagi hilirisasi industri. Menurut Hery, masih banyak sisi dari program Astacita ini yang belum tersampaikan optimal ke masyarakat.

Nah, di sinilah peran Ombudsman akan lebih aktif. Bukan cuma mengawasi dari jauh, tapi juga turun mendampingi.

"Program pemerintah yang baik ini akan kami dekatkan dengan masyarakat, termasuk juga bisa dilaksanakan sebaik-baiknya," tambahnya.

Jadi, pendampingan itu kunci. Agar program yang sudah bagus di atas kertas itu betul-betul jalan di lapangan, dan rasanya sampai ke warga. Itu komitmen mereka. Setelah sekian lama vakum, kini sembilan orang ini punya pekerjaan yang jelas. Mulai dari dalam, lalu merambah keluar.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar