Di Istana Negara, Jumat lalu, suasana tampak khidmat. Sembilan sosok baru saja dilantik, mengisi kursi Ombudsman RI untuk periode enam tahun ke depan. Salah satunya adalah Hery Susanto, yang kini memegang peran ganda sebagai Ketua merangkap Anggota.
Pelantikan itu sendiri adalah bagian dari serangkaian acara kenegaraan, bareng dengan pengucapan sumpah Hakim MK dan beberapa duta besar. Tapi bagi Hery, momen itu lebih dari sekadar ritual. Ini adalah tanda dimulainya pekerjaan rumah yang menumpuk.
"Kami bersembilan akan segera merapatkan barisan," ujarnya.
Nada suaranya tegas. Misi pertama mereka, menurut Hery, adalah merampungkan segala tugas dan fungsi yang sempat tertunda. Rupanya, proses pelantikan yang molor hampir dua bulan itu sempat bikin kinerja lembaga mandek. Alhasil, banyak hal yang tertahan.
Kini, dengan mandat yang sudah resmi, Ombudsman siap kembali mengawasi pelayanan publik. Tapi sebelum terjun ke lapangan, ada hal mendasar yang harus dibenahi: internal lembaganya sendiri.
Fokus pertama? Membenahi rumah sendiri.
Hery mengakui, ada beberapa hal di internal Ombudsman yang masih perlu diperbaiki. Struktur organisasi, soal SDM, dan pengelolaan anggaran jadi perhatian utama. Itu langkah awal yang tak bisa ditawar.
Artikel Terkait
Kominfo: Layanan Telekomunikasi Ramadan dan Lebaran 2026 Stabil Tanpa Gangguan Signifikan
Balita Tertabrak Mobil Bantuan Gizi di Indramayu, Kondisi Mulai Pulih
Pemerintah Pastikan Biaya Tambahan Haji Rp1,77 Triliun Tak Bebani APBN
Bantuan Logistik Tiba Lewat Laut untuk Korban Gempa Susulan Batang Dua