Namun begitu, peta persebarannya tidak seragam. Secara spasial, penurunan IKK terjadi di banyak kota, dengan Pontianak, Surabaya, dan Padang sebagai yang terbesar. Di lain pihak, Bandung, Bandar Lampung, dan Samarinda justru mencatat kenaikan paling signifikan.
Mari kita lihat lebih dalam soal kondisi ekonomi saat ini. IKE Maret 2026 yang sebesar 115,4 memang sedikit melandai dari bulan sebelumnya (115,9). Tapi posisinya tetap di level optimistis, lho. Kekuatannya ditopang oleh kenaikan Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) yang melonjak jadi 129,2 dari sebelumnya 125,0.
Meski begitu, dua indikator lain justru melemah. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) sama-sama turun. IKLK sekarang 107,8 (dari 110,7), sementara IPDG ada di 109,2 (dari 112,0).
Lalu bagaimana dengan prospek ke depan? Ekspektasi konsumen untuk enam bulan mendatang diprakirakan tetap kuat. Ini tercermin dari IEK Maret 2026 sebesar 130,4. Walaupun, harus diakui, angkanya lebih rendah dari periode sebelumnya yang 134,4.
Kekuatan IEK ini bersumber dari tiga hal: optimisme akan penghasilan di masa depan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan harapan untuk kegiatan usaha. Ketiganya masing-masing mencatat skor 137,7, 128,0, dan 125,5. Jadi, meski ada sedikit koreksi, semangat dasar masyarakat untuk melihat ke depan masih terjaga dengan baik.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes RI untuk Oman dan Yaman
Citigroup Perkuat Tim IT Internal dan AI untuk Kurangi Ketergantungan pada Kontraktor
Jakarta Timur Terapkan WFH untuk ASN, Kecuali Pelayanan Langsung
Bali United Uji Momentum Usai Kemenangan Besar, Arel Siap Hadapi Reunian di Bandung