Ternyata, sumber kebocoran utamanya datang dari xAI. Perusahaan kecerdasan buatan yang diakuisisi SpaceX pada Februari 2025 itu disebut-sebut menjadi biang keladinya. Setelah akuisisi, SpaceX langsung punya mimpi besar: membangun pusat data AI langsung di orbit bumi. Ambisius banget, dan rupanya butuh biaya yang tidak sedikit.
Di sisi lain, kita tidak bisa melupakan pencapaian SpaceX sebagai perusahaan peluncur roket paling aktif di dunia. Visi jangka panjang mereka tetap jelas: membuat perjalanan ke planet lain jadi sesuatu yang lebih mudah dan murah. Tapi, jalan menuju sana jelas berliku dan mahal.
Jadi, meski angka kerugiannya bikin kaget, langkah mereka menuju IPO tampaknya tetap lancar. Dunia investasi pasti akan menyambutnya dengan beragam spekulasi. Bagaimanapun, ini tentang SpaceX. Perusahaan yang selalu berani mengambil lompatan besar, meski konsekuensinya tidak pernah kecil.
Artikel Terkait
Bali United Uji Momentum Usai Kemenangan Besar, Arel Siap Hadapi Reunian di Bandung
Presiden Prabowo Lantik Liliek Prisbawono Adi sebagai Hakim Konstitusi
WFH ASN Resmi Dimulai, Airlangga Sebut Potensi Hemat APBN Rp6,2 Triliun
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Tumbuh 7,7% di Awal 2026