Bagi Donnarumma dan kawan-kawan, hadiah terbesar sebenarnya sederhana: tiket ke Piala Dunia 2026. Mimpi yang kini pupus. "Sayangnya, hal itu tidak terjadi," katanya. "Saya lebih tersakiti dengan komentar-komentar (negatif) dibandingkan hal-hal lain."
Kegagalan ini memang pahit. Italia sebelumnya juga absen di Piala Dunia 2018 dan 2022. Kini, di bawah asuhan Gennaro Gattuso, mereka kembali terjegal. Situasi yang berat, tapi harus dihadapi.
Di sisi lain, Donnarumma mencoba melihat ke depan. "Ini berat, tapi kami harus melangkah maju dengan kekuatan dan kesadaran Italia akan kembali dengan kuat, dengan lebih hebat," tandasnya. Semangatnya masih menyala, meski peluang berikutnya terasa jauh.
Jika Italia baru bisa lolos lagi di edisi 2030 nanti, Donnarumma akan berusia 31 tahun saat itu. Usia yang tidak lagi muda untuk seorang pesepakbola. Impiannya untuk berlaga di pesta sepakbola terbesar dunia, sekali lagi, harus tertunda cukup lama.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan WFH untuk Swasta Hanya Imbauan, Bukan Kewajiban
Heineken Gelar Kampanye Fans Have More Friends, Tawarkan 7 Tiket ke Final Liga Champions
Danantara Jelaskan Alasan Mayoritas Operator PLTSa Berasal dari China
Pertamina Siapkan Strategi Lima Pilar Hadapi Gejolak Energi Global 2026