842 Kilogram Obat-obatan dari Yogya Dikirim untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi

- Senin, 08 Desember 2025 | 11:36 WIB
842 Kilogram Obat-obatan dari Yogya Dikirim untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi

Senin pagi (8/12) lalu, kompleks Kepatihan Pemda DIY ramai oleh aktivitas pengiriman bantuan. Truk pengangkut bersiap membawa muatan khusus: 842 kilogram obat-obatan yang ditujukan untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rupanya, solidaritas dari Yogyakarta tak hanya sebatas wacana.

Gregorius Anung Trihadi, Kepala Dinas Kesehatan DIY, menjelaskan bahwa bantuan ini adalah wujud nyata kepedulian. "Ini wujud kepedulian, solidaritas Pemda DIY terhadap masyarakat terdampak," ujarnya.

Menurutnya, kiriman obat-obatan itu sangat krusial untuk mendukung pelayanan kesehatan dasar di lokasi bencana, yang pastinya sedang terganggu.

Di dalam truk tersebut, beragam kebutuhan medis dikemas. Mulai dari masker, obat penurun panas, pereda nyeri, hingga obat gatal, obat batuk, dan multivitamin. Rincian pengirimannya dibagi berdasarkan daerah: 264 kilogram untuk Sumatera Utara, 316 kilogram ke Aceh, dan 262 kilogram menuju Sumatera Barat.

Namun begitu, ini bukanlah pengiriman pertama. Anung mengungkapkan, sebelumnya sudah ada 52 kilogram bantuan serupa yang dititipkan melalui relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang lebih dulu berangkat ke lokasi.

Kehadiran Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam acara pelepasan itu memberi nuansa lain. Beliau tak cuma melihat prosesi resmi, tapi juga menangkap gelombang empati yang muncul secara spontan dari masyarakat.

"Ada warga yang saya amati di sini justru memberi makan gratis, atau apa. Ada beberapa kelompok mahasiswa yang berempati itu melalui keluarganya dikirim bantuan ke sana," cerita Paku Alam.

Baginya, momen seperti ini sungguh mengharukan. "Buat saya ini luar biasa. Inilah Indonesia," pungkasnya dengan nada penuh apresiasi. Sebuah gambaran kecil bahwa bantuan resmi pemerintah seringkali hanya menjadi trigger, sementara gelombang kebaikan datang dari mana-mana.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar