KainIndonesia.co Sulap Wastra Nusantara Jadi Fesyen Modern, Didukung LinkUMKM BRI

- Kamis, 09 April 2026 | 17:35 WIB
KainIndonesia.co Sulap Wastra Nusantara Jadi Fesyen Modern, Didukung LinkUMKM BRI

Gaya busana boleh datang dan pergi, tapi identitas budaya harus tetap hidup. Itulah tantangan yang coba dijawab oleh KainIndonesia.co. Usaha yang digawangi perempuan asal Jakarta Timur ini mengolah wastra Nusantara batik, tenun, lurik, endek menjadi busana siap pakai yang modern dan nyaman. Bukan sekadar mengikuti tren, mereka berusaha menjaga karakter khas setiap kain.

Berdiri sejak 2021, bisnis ini lahir dari kegelisahan. Bagaimana caranya melestarikan warisan tekstil Indonesia agar tetap relevan di zaman sekarang? Jawabannya, dengan mengubahnya jadi pakaian yang bisa dipakai dari kantor sampai nongkrong santai. Mereka punya outer dan blouse sebagai produk andalan, dengan ukuran lengkap hingga big size. Bahkan tersedia opsi custom dan konversi ukuran internasional.

Pemiliknya, Shinta Paramarti, pertama kali mengenal LinkUMKM BRI saat mengikuti acara BRI Incubator.

"BRI kan bank dengan nama besar. Tapi yang bikin saya yakin, jaringan mereka sampai ke daerah-daerah terpencil. Itu menunjukkan komitmen. Dan ternyata benar, di LinkUMKM ada banyak fitur yang membantu kami berkembang. Mulai dari modul belajar, konsultasi dengan pakar, sampai berbagai event mingguan," ungkap Shinta.

Perjalanan bisnisnya terus berkembang. Kini, produk KainIndonesia.co dipasarkan lewat berbagai kanal, dari offline, marketplace, sampai social commerce. Jangkauannya pun meluas, dari dalam negeri hingga ekspor. Menurut Shinta, LinkUMKM memberikan akses pembelajaran yang penting untuk memperkuat manajemen bisnis dan memperluas jaringan. Untuk urusan transaksi, mereka mengandalkan QRIS dan tabungan BRI. Sebagian hasil usaha juga dialokasikan untuk investasi.

Ke depan, Shinta punya visi yang jelas.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar