Persoalan lain yang masih mengganjal adalah program nuklir Iran. Di sini, kedua negara punya pandangan yang bertolak belakang. Trump bersikeras bahwa Iran setuju menghentikan pengayaan uranium.
Tapi di Teheran, ceritanya lain.
Mohammed Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, menyatakan justru negaranya diizinkan melanjutkan program pengayaan uranium sesuai ketentuan gencatan senjata. Klaim yang jelas bertentangan dengan versi Washington.
Trump berusaha meredam ketegangan soal nuklir ini dalam postingan terpisah. Ia menegaskan, terlepas dari segala retorika yang beredar, Iran tidak memiliki senjata nuklir. Dan yang penting bagi lalu lintas global: Selat Hormuz akan tetap terbuka dan aman.
Itu janjinya. Tapi dengan armada perang yang masih siaga penuh di depan pintu rumah Iran, suasana damai sepertinya masih sangat rentan. Semuanya tergantung pada kata "jika".
Artikel Terkait
BCA Gelar Kuliah Umum dan Program Desa untuk Siapkan Generasi Muda Hadapi Tantangan Global
BPOM Resmi Larang Peredaran Bebas Gas Ketawa, Kini Berstatus Gas Medis
Transaksi QRIS Tumbuh 89%, Jumlah Pedagang Mikro Naik Dua Kali Lipat
Pegadaian dan SMBC Jepang Jalin Kerja Sama Pendanaan untuk Ultra Mikro dan UMKM