WASHINGTON – Ancaman belum benar-benar sirna. Meski gencatan senjata sudah disepakati, kapal perang dan pesawat tempur Amerika Serikat masih saja berpatroli di perairan sekitar Iran. Mereka tak akan pergi, setidaknya sampai ada jaminan bahwa perjanjian damai itu benar-benar dipatuhi oleh kedua belah pihak.
Presiden Donald Trump sendiri yang memberi peringatan keras. Lewat akun Truth Social-nya, Kamis (9/4/2026), ia menegaskan bahwa semua aset militer AS lengkap dengan amunisi dan persenjataan akan tetap berada di posisinya.
Trump terlihat percaya diri. Ia yakin AS dan Iran bisa menjaga gencatan senjata ini, bahkan meraih kesepakatan damai permanen lewat perundingan yang dimediasi Pakistan pekan ini. Tapi keyakinannya itu dibarengi ancaman yang tak kalah gamblang.
Serangan berikutnya, klaimnya, bakal jauh lebih dahsyat.
Namun begitu, jalan menuju perdamaian tetap berliku. Pejabat Iran sebelumnya sudah bersuara, menyebut mustahil melanjutkan perundingan damai permanen dengan AS. Pemicunya? Serangan besar-besaran Israel ke Lebanon baru-baru ini. Situasi itu, bagi mereka, merusak suasana dan kepercayaan.
Artikel Terkait
BCA Gelar Kuliah Umum dan Program Desa untuk Siapkan Generasi Muda Hadapi Tantangan Global
BPOM Resmi Larang Peredaran Bebas Gas Ketawa, Kini Berstatus Gas Medis
Transaksi QRIS Tumbuh 89%, Jumlah Pedagang Mikro Naik Dua Kali Lipat
Pegadaian dan SMBC Jepang Jalin Kerja Sama Pendanaan untuk Ultra Mikro dan UMKM