Lalu ada kapal ketujuh, sebuah tanker pengangkut minyak dan kimia milik China. Nah, yang satu ini jalurnya agak misterius. Kapal itu tiba-tiba menghilang dari peta pelacakan saat berada di selat. Bisa jadi sinyalnya dimatikan, atau mungkin terganggu. Yang jelas, itu menambah suasana mencekam di perairan itu.
Di sisi lain, ada kabar dari Wall Street Journal yang menyebutkan rencana Iran untuk membatasi lalu lintas. Katanya, Teheran hanya akan mengizinkan sekitar 12 kapal per hari selama masa gencatan ini. Bahkan media-media pemerintah Iran ada yang memberitakan bahwa selat itu sudah ditutup sama sekali. Kalau ini benar, jelas akan berdampak besar pada pasokan energi global.
Jadi, meski tembakan mungkin sudah reda, ketegangan di Selat Hormuz belum benar-benar sirna. Aktivitas pelayaran masih jauh dari kata normal, dan situasinya tetap rentan. Semua pihak tampaknya masih menunggu, sambil waspada.
Artikel Terkait
Kemenperin Soroti Penurunan Produksi Kendaraan Niaga di Tengah Kebutuhan Logistik yang Meningkat
Kemenaker Diminta Efisiensi Anggaran Rp181,8 Miliar oleh Kemenkeu
Pemerintah Turunkan Biaya Haji 2026 Rp 2 Juta di Tengah Lonjakan Harga Avtur
Ledakan di Bogor Subuh Tadi Rusak Sekolah, Belajar Dialihkan ke Daring