Gencatan senjata sudah disepakati, tapi Selat Hormuz tetap sepi. Lalu lintas kapal di jalur strategis itu masih terhenti, persis seperti saat perang berkecamuk. Padahal, Iran dan Amerika Serikat baru saja setuju untuk menghentikan tembak-menembak meski kesepakatan itu disebut-sebut sangat rapuh.
Data yang beredar cukup mencengangkan. Dalam kondisi normal, selat itu bisa dilewati hingga 130 kapal setiap harinya. Kini? Rata-ratanya cuma tujuh kapal. Bahkan dalam 24 jam pertama gencatan senjata pekan ini, tidak ada perubahan yang berarti. Menurut analisis data maritim, hanya tujuh kapal yang terpantau melintas.
Enam di antaranya adalah kapal kargo curah. Mereka bergerak melalui koridor aman yang disiapkan oleh Iran. Soal kepemilikan, tiga kapal berasal dari China, sementara tiga lainnya berbendera Yunani.
Artikel Terkait
Kemenperin Soroti Penurunan Produksi Kendaraan Niaga di Tengah Kebutuhan Logistik yang Meningkat
Kemenaker Diminta Efisiensi Anggaran Rp181,8 Miliar oleh Kemenkeu
Pemerintah Turunkan Biaya Haji 2026 Rp 2 Juta di Tengah Lonjakan Harga Avtur
Ledakan di Bogor Subuh Tadi Rusak Sekolah, Belajar Dialihkan ke Daring