Iran Tuduh AS Langgar Poin-Poin Gencatan Senjata, Negosiasi Diambang Kegagalan

- Kamis, 09 April 2026 | 09:35 WIB
Iran Tuduh AS Langgar Poin-Poin Gencatan Senjata, Negosiasi Diambang Kegagalan

Sayangnya, klaim itu dibantah mentah-mentah oleh AS dan Israel.

Tak cuma soal Lebanon. Ghalibaf juga menyoroti insiden terdeteksinya sebuah drone di langit Iran. Bagi pihaknya, ini adalah pelanggaran nyata terhadap kedaulatan wilayah mereka. Seolah belum cukup, pernyataan Presiden AS Donald Trump turut disinggung. Trump sebelumnya menyatakan Iran tak akan diizinkan memperkaya uranium.

Padahal, menurut Ghalibaf, hak untuk memperkaya uranium itu justru tercantum dalam proposal sepuluh poin tadi.

"Ketidakpercayaan historis yang mendalam yang kita miliki terhadap Amerika Serikat berasal dari pelanggaran berulang-ulang terhadap semua bentuk komitmen – sebuah pola yang sayangnya telah terulang sekali lagi," ujarnya, menggambarkan kekecewaan yang mendalam.

Di tengah ketegangan ini, rencana negosiasi untuk kesepakatan permanen tetap berjalan. Jadwalnya Jumat ini di Pakistan. Kabarnya, delegasi Iran akan dipimpin langsung oleh Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri mereka, Abbas Araghchi. Pertemuan itu nantinya akan menentukan apakah gencatan senjata ini bisa bertahan, atau justru runtuh oleh saling tuduh yang sudah dimulai.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar