Operasi penggerebekan di sebuah apartemen mewah di Ancol, Jakarta Utara, berhasil mengungkap praktik yang mengerikan. Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap empat orang yang diduga kuat terlibat dalam peredaran narkoba. Yang membuatnya berbahaya, sindikat ini ternyata memproduksi "happy water" yang dikemas licik dalam botol minuman berasa dan liquid untuk vape, berisi zat berbahaya etomidate.
Keempat tersangka itu berinisial HS, DM, PS, dan HSN. Menurut Plt Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo, masing-masing punya peran spesifik dalam bisnis haram ini.
"Petugas mengamankan empat orang tersangka yang masing-masing memiliki peran sebagai kurir, peracik atau pembiaya," jelas Budi saat jumpa pers di lokasi, Selasa lalu.
Semua berawal dari kewaspadaan tim di pintu masuk. Pengawasan keimigrasian dan pemeriksaan kepabeanan terhadap penumpang dari Malaysia membuahkan hasil. Dua orang, HS dan DM, diamankan setelah barang bawaannya dicurigai mengandung MDMA dan etomidate.
Dari interogasi, keduanya mengaku bertugas sebagai kurir. Tugasnya spesifik: mengambil bahan kimia terlarang dari China dan menyelundupkannya masuk ke Indonesia.
"Menurut pengakuan tersangka ada kurir yang bertugas khusus untuk mengambil barang itu dan membawa masuk ke Indonesia," ujar Budi.
Temuan ini langsung dikembangkan. Tak butuh waktu lama, dua orang lainnya, PS dan HSN, berhasil diamankan. Mereka diduga adalah otak di lapangan, yang mengatur operasional dan peracikan.
"Sementara yang perempuan ini (PS) perannya adalah yang meracik sekaligus mengendalikan kegiatan itu," tegas Budi.
Artikel Terkait
Kejagung Datangi Ditjen Planologi, Kemenhut Tegaskan Hanya Pencocokan Data Kasus Lama
Australia Desak Warganya di Iran: Segera Pergi, Situasi Makin Memburuk
Isteri Laporkan, Polisi Gerebek Suami yang Selingkuh di Hotel
Amran Salah Sebut Ridwan Kamil, Istigfar di Hadapan Prabowo dan Pejabat Negara