Investasi baru ini, kata Airlangga, jelas memperkuat momentum KEK Gresik. Di sisi lain, ini juga jadi sinyal positif kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Indonesia ternyata semakin menguat.
Gresik sendiri memang punya catatan bagus. Sepanjang 2025, kawasan ini berhasil menarik investasi hingga Rp105,4 triliun. Angka itu mencakup sekitar 31% dari total investasi KEK secara nasional, lho. Tak heran jika KEK Gresik kerap disebut sebagai motor pengembangan kawasan ekonomi khusus di tanah air.
Dampaknya bagi daerah pun terasa nyata. Di Jawa Timur, sektor manufaktur menyumbang sekitar 31,32% bagi perekonomian regional. Yang lebih menggembirakan, tingkat pengangguran di Kabupaten Gresik berhasil ditekan dari 8,00% menjadi 5,47% dalam kurun lima tahun terakhir. Perubahan yang signifikan.
Secara nasional, tren KEK juga positif. Hingga 2025, realisasi investasi kumulatifnya mencapai Rp336 triliun dengan menyerap lebih dari 249 ribu tenaga kerja. Proyek melamin ini sejalan betul dengan arah kebijakan pemerintah dalam RPJMN 2025–2029, yang menempatkan hilirisasi dan penguatan KEK sebagai prioritas utama. KEK Gresik sendiri sudah ditetapkan sebagai KEK Prioritas Nasional yang punya peran strategis untuk mendorong industrialisasi dan pemerataan pembangunan.
Jadi, groundbreaking minggu depan bukan sekadar seremonial. Itu adalah tonggak nyata menuju hilirisasi industri kimia nasional yang lebih mandiri dan bernilai tambah tinggi.
Artikel Terkait
Ledakan di Bogor Subuh Tadi Rusak Sekolah, Belajar Dialihkan ke Daring
Garuda Indonesia Sesuaikan Harga Tiket Imbas Aturan Bahan Bakar dan Stimulus Pajak
Pemerintah Klaim Ekonomi Solid, Pertumbuhan Kuartal IV-2025 Capai 5,39%
Pemerintah Tegaskan Batas Utang 40% PDB dan Defisit 3% Sesuai Arahan Presiden