Pemerintah Indonesia tengah mematangkan opsi negosiasi dengan China untuk melakukan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembiayaan utang Whoosh akan melibatkan negara, termasuk kemungkinan dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
AHY mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pemerintah untuk mencari kepastian dan solusi terbaik terkait pembiayaan proyek kereta cepat ini. Pemerintah saat ini sedang menyiapkan berbagai opsi restrukturisasi, termasuk skema pembagian tanggung jawab atau burden sharing antara pihak-pihak yang terlibat.
Negosiasi dengan China sebagai mitra strategis proyek masih terus berlangsung. AHY menekankan bahwa proses negosiasi dilakukan dengan hati-hati dan penuh pertimbangan untuk memastikan hasil yang optimal bagi kepentingan Indonesia.
Artikel Terkait
Puncak Arus Balik Lebaran, Pertamina Siagakan Ribuan SPBU dan Layanan Darurat
Multivision Plus Gelar Rights Issue Rp280 Miliar untuk Ekspansi Bioskop dan Produksi
ABM Investama Fokus Optimalisasi Dua Tambang Andalan di Aceh dan Kalteng
Kemenhub Siaga Penuh Antisipasi Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026