Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan optimismenya bahwa kesepakatan damai dengan Iran dapat segera terwujud, bahkan dalam waktu dekat. Dalam pernyataan yang disampaikan kepada wartawan saat kunjungannya di New Delhi, India, pada Sabtu (23/5/2026), Rubio mengisyaratkan adanya kemungkinan pengumuman penting terkait pengakhiran konflik antara kedua negara.
"Mungkin akan ada beberapa berita nanti hari ini. Mungkin juga tidak. Saya harap akan ada," ujar Rubio, sebagaimana dilansir kantor berita AFP.
Pernyataan tersebut muncul di tengah dua perkembangan signifikan yang memicu spekulasi bahwa negosiasi telah memasuki tahap sensitif. Kepala militer Pakistan yang memiliki pengaruh besar dikabarkan tiba di Teheran untuk memperkuat upaya mediasi. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump secara mendadak membatalkan kehadirannya di pernikahan putranya dan memilih tetap berada di Washington, yang ditafsirkan sebagai indikasi bahwa ia tengah memantau langsung proses perundingan yang krusial.
Rubio tidak menampik adanya kemajuan positif dalam pembicaraan damai dengan Iran. Ia bahkan menyebut kesepakatan bisa diputuskan dalam hitungan jam. "Ada beberapa kemajuan yang telah dicapai. Bahkan saat saya berbicara kepada Anda sekarang, ada beberapa pekerjaan yang sedang dilakukan," katanya.
"Ada kemungkinan bahwa, entah itu nanti hari ini, besok, atau dalam beberapa hari, kita mungkin akan memiliki sesuatu untuk dikatakan," sambung Rubio.
Di sisi lain, Rubio kembali menegaskan tuntutan utama AS dalam perundingan tersebut. Washington meminta Iran untuk sepenuhnya membuka Selat Hormuz, yang sebelumnya dikuasai AS sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan oleh Amerika dan Israel. Selain itu, AS juga mendesak Iran untuk menyerahkan uranium yang telah diperkaya hingga tingkat tinggi.
"Preferensi Trump selalu untuk menyelesaikan masalah seperti ini melalui solusi diplomatik yang dinegosiasikan. Itulah yang sedang kami kerjakan saat ini," pungkas Rubio.
Artikel Terkait
AS-Iran Makin Panas, Trump Isyaratkan Keputusan Militer saat Intelijen AS Siapkan Serangan Baru
Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Perkuat Hukuman 5 Tahun Penjara untuk Eks Sekretaris MA Nurhadi
Wakapolri Temui Otoritas Keamanan Arab Saudi Perkuat Perlindungan Jemaah Haji Indonesia
Bobotoh Banjiri Cianjur Rayakan Gelar Juara Persib Bandung Usai Laga Pamungkas