HARIAN, JAKARTA – Rabu malam di Gianyar, Bali, berakhir dengan penyesalan untuk Persija. Momentum emas sirna begitu saja. Saat skor 1-1 melawan PSIM Yogyakarta, Maxwell Souza maju untuk mengeksekusi penalti di penghujung babak pertama. Tapi tendangannya, sayangnya, bisa dibaca dengan baik oleh kiper Cahya Supriadi. Peluang itu pun melayang.
Kegagalan itu bukan cuma soal satu poin yang hilang. Bagi Maxwell, ini juga berarti peluang menyamai torehan David da Silva sebagai top skor Liga 1 2025/2026 ikut menguap. Andai saja bola itu masuk, bisa jadi ceritanya lain. Persija mungkin bisa bermain lebih tenang dan mendominasi babak kedua. Tapi ya, sepak bola memang sering tak sesuai skenario.
Ini bukan kali pertama Maxwell gagal dari titik putih. Musim ini, dia sudah empat kali berdiri sebagai algojo. Hasilnya? Cuma dua gol yang tercipta. Dua lainnya, termasuk yang di Bali tadi, berakhir dengan kekecewaan.
Ingat pertandingan melawan Dewa United pertengahan Maret lalu? Ceritanya mirip. Di menit-menit akhir, penalti yang bisa membawa kemenangan 2-1, lagi-lagi gagal dia eksekusi. Dua momen krusial itu, kalau saja jadi gol, pasti akan mengubah banyak hal. Bukan cuma untuk tim, tapi juga untuk posisinya di papan pencetak gol.
Nah, di sisi lain, ada performa yang benar-benar kontras dari rekan-rekannya.
Allano Lima, misalnya. Gelandang serang itu tampaknya punya resep khusus. Dari empat penalti yang dia ambil musim ini, semuanya berhasil menjadi gol. Rasio sempurna, 100 persen.
Gustavo Almeida juga patut dicatat. Meski cuma sekali mendapat kepercayaan, dia sukses menuntaskan tugasnya dengan baik.
Perbandingan ini jadi menarik, sekaligus memunculkan tanda tanya besar. Di tengah persaingan yang ketat, efektivitas dari titik putih sering jadi penentu. Bisa bedakan antara menang atau cuma dapat satu poin, bahkan antara jadi top skor atau tidak.
Statistiknya berbicara cukup jelas:
Allano Lima – 4 penalti, 4 gol.
Maxwell Souza – 4 penalti, 2 gol.
Gustavo Almeida – 1 penalti, 1 gol.
Dengan data di atas, pertanyaannya jadi sederhana tapi penting: siapa sebenarnya algojo penalti terbaik Persija? Dan yang lebih krusial, siapa yang seharusnya berdiri paling depan ketika wasit menunjuk titik putih? Di musim yang serba tipis seperti ini, pilihan itu bisa berdampak sangat besar.
Artikel Terkait
PSM Makassar Kembalikan Duet Bek Andalan demi Akhiri Kutukan Tanpa Kemenangan Lawan Persik Kediri
Shin Tae-yong Kembali Dikaitkan dengan Persija di Tengah Tekanan Jakmania dan Ancaman Gagal Juara
Veda Ega Pratama Pimpin Klasemen Rookie Moto3 Meski Sempat Tersandung di Austin
Persebaya Hadapi Malut United Tanpa Empat Pilar Utama Senilai Rp20 Miliar