Palembang, Sabtu (7/3/2026) sore itu, halaman Mapolda Sumsel terasa berbeda. Alunan hadroh menyambut kedatangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang datang untuk Safari Ramadan 1447 H. Agenda ini bukan sekadar seremonial. Jenderal Sigit memanfaatkannya untuk bertemu langsung dengan para ulama, umara, dan tentu saja, menyantuni anak yatim.
Ketua MUI Provinsi Sumsel langsung mengenakan sorban ke pundak Kapolri begitu beliau tiba. Suasana hangat dan khidmat terasa di antara sekitar 600 orang yang hadir. Mereka datang dari berbagai kalangan: Forkopimda, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, hingga perwakilan serikat pekerja. Semua berkumpul dalam satu tujuan.
Di tengah acara, perhatian beralih ke sejumlah anak dari Panti Asuhan Rizky Raisyah. Jenderal Sigit memberikan santunan secara simbolis kepada mereka. Total ada 100 paket bantuan yang disiapkan. Isinya beragam, mulai dari tas punggung dan alat tulis, hingga bantuan uang tunai untuk meringankan beban mereka.
Namun begitu, momen santunan bukan satu-satunya hal penting. Dalam sambutannya, Kapolri menyelipkan pesan yang cukup serius. Ia menyoroti memanasnya situasi di Timur Tengah yang berdampak pada gejolak harga minyak dunia.
"TNI, Polri, umara, ulama semuanya harus bersatu. Rakyat semua harus bersatu sehingga kemudian terhadap segala situasi yang ada kita dalam satu barisan," ujar Jenderal Sigit.
Artikel Terkait
Kedubes Polandia Gelar Lomba Desain Batik Pererat Hubungan dengan Indonesia
Kapolri Sambangi Kedai Ojol di Palembang, Dengarkan Keluhan Langsung dari Driver
Ombudsman Tegaskan Kampus Dilarang Potong Bantuan Hidup KIP Kuliah
Truk Kontainer Nyangkut di Underpass Pramuka, Lalu Lintas ke Matraman Tersendat