Beredar kabar soal harga motor listrik untuk program gizi nasional yang disebut-sebut mencapai Rp58 juta per unit. Kabar itu langsung dibantah tegas oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. Menurutnya, angka yang beredar jauh dari fakta.
Dadan menjelaskan, harga pasaran untuk motor listrik yang dimaksud memang sekitar Rp52 juta. Namun, pihaknya berhasil membeli dengan harga yang lebih murah.
"Harga pasaran Rp52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp42 juta, di bawah harga pasaran," ujar Dadan.
Pernyataan itu disampaikannya di sekitar Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu lalu.
Di sisi lain, Dadan juga meluruskan soal waktu pengadaan. Rencana ini bukan hal mendadak. Ia menegaskan bahwa pengadaan motor listrik tersebut sudah direncanakan dan dianggarkan sejak tahun 2025 lalu. Saat itu, target yang dicanangkan memang cukup besar, yaitu 24.400 unit.
Artikel Terkait
Pemerintah Fokuskan Distribusi Motor Listrik untuk Dukung Program Gizi di Daerah Terpencil
Pemerintah dan Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman dan Biaya Turun Rp2 Juta
Pemerintah Jamin Biaya Haji 2026 Tak Naik Meski Ada Dampak Konflik Timur Tengah
Pemerintah Alokasikan Rp1,77 Triliun APBN untuk Tanggung Kenaikan Biaya Haji Akibat Lonjakan Avtur