Namun begitu, realisasinya tak sepenuhnya sesuai target.
"Dan realisasinya dari target 24.400 itu hanya bisa kita realisasikan 21.800-an dan sudah masuk ke dalam anggaran 2025," jelasnya.
Menanggapi kritik yang bermunculan, Dadan memberikan penegasan. Untuk tahun ini, tidak akan ada lagi pengadaan serupa. Pembelian itu murni menggunakan anggaran tahun lalu dan sudah selesai direalisasikan.
"Untuk sementara kita cukupkan dulu sekian, karena ini kan anggaran 2025 ya, 2026 tidak ada perencanaan lagi untuk pembelian," kata dia.
Dengan penjelasan ini, diharapkan polemik harga motor listrik untuk SPPG bisa terjawab. Pemerintah memastikan pengadaan barang dilakukan dengan harga yang wajar, bahkan di bawah pasaran.
Artikel Terkait
Pemerintah Fokuskan Distribusi Motor Listrik untuk Dukung Program Gizi di Daerah Terpencil
Pemerintah dan Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman dan Biaya Turun Rp2 Juta
Pemerintah Jamin Biaya Haji 2026 Tak Naik Meski Ada Dampak Konflik Timur Tengah
Pemerintah Alokasikan Rp1,77 Triliun APBN untuk Tanggung Kenaikan Biaya Haji Akibat Lonjakan Avtur