WASHINGTON Suasana tegang antara Amerika Serikat dan Iran tampaknya mulai mencair. Presiden Donald Trump menyatakan pihaknya telah menerima sebuah proposal berisi sepuluh poin dari Teheran. Menurutnya, dokumen itu bisa jadi landasan yang cukup solid untuk memulai kembali negosiasi.
Pernyataan Trump ini muncul tak lama setelah dia mengumumkan gencatan senjata dengan durasi dua pekan. "Kami menerima proposal 10 poin dari Iran dan yakin bahwa ini adalah dasar yang layak untuk bernegosiasi," ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Dia terlihat optimis. Hampir semua inti perselisihan historis antara kedua negara, klaimnya, sudah disepakati. Tapi, ya, masih ada pekerjaan rumah. Kedua pihak punya waktu empat belas hari untuk merampungkan dan mengesahkan kesepakatan final agar bisa berlaku efektif.
"Atas nama Amerika Serikat, sebagai Presiden, dan juga mewakili negara-negara Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan untuk melihat masalah jangka panjang ini hampir terselesaikan," tambah Trump.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Australia Perebutkan Puncak Klasemen Grup B Piala AFF 2026
China dan Rusia Veto Resolusi PBB Soal Keamanan Selat Hormuz, Sebut Bias terhadap Iran
Kemnaker Beri Insentif bagi Perusahaan yang Fasilitasi Sertifikasi Peserta Magang
Pemerintah Gelar Rapat Kerja Besar, Seluruh Jajaran Kabinet hingga Dirut BUMN Dihadirkan