Gencatan senjata dua arah itu sendiri diumumkan Trump sehari sebelumnya, lewat platform Truth Social. Dia menegaskan AS juga akan menghentikan serangan.
Keputusan itu disebutnya tak lepas dari peran Pakistan. "Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, dan di mana mereka meminta saya untuk menahan penggunaan kekuatan destruktif, yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara menyeluruh, segera, dan aman, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama 2 minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" tulisnya.
Di sisi lain, Trump memberi alasan lain. Target militer AS di Iran, katanya, sudah tercapai sejak serangan pertama yang diluncurkan akhir Februari lalu. Momentum itu, ditambah dengan kemajuan signifikan dalam pembicaraan damai termasuk soal program nuklir membuat jalan diplomasi terasa lebih terbuka.
Kini, semua mata tertuju pada dua minggu ke depan. Apakah kesepakatan itu benar-benar akan terwujud, atau hanya jeda sesaat sebelum ketegangan meledak lagi? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Australia Perebutkan Puncak Klasemen Grup B Piala AFF 2026
China dan Rusia Veto Resolusi PBB Soal Keamanan Selat Hormuz, Sebut Bias terhadap Iran
Kemnaker Beri Insentif bagi Perusahaan yang Fasilitasi Sertifikasi Peserta Magang
Pemerintah Gelar Rapat Kerja Besar, Seluruh Jajaran Kabinet hingga Dirut BUMN Dihadirkan