Operator SPBU di Mamuju Tolak Pengisian Pertalite karena Data Kendaraan Tak Sesuai

- Rabu, 08 April 2026 | 12:00 WIB
Operator SPBU di Mamuju Tolak Pengisian Pertalite karena Data Kendaraan Tak Sesuai

Pengawasan BBM subsidi lagi-lagi membuktikan kegunaannya. Kali ini, di sebuah SPBU di Belang-Belang, Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat. Seorang operator menemukan kejanggalan saat proses pengisian Pertalite lewat sistem barcode.

Begini ceritanya. Saat verifikasi, nomor kendaraan yang dibawa konsumen ternyata tak cocok dengan data di sistem. Tak pikir panjang, operator itu pun menolak melayani pengisian. Langkah tegas, memang, tapi itulah prosedur yang harus diikuti.

Nah, tindakan si operator ini langsung dapat pujian dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Bagi mereka, ini bukti nyata kalau standar operasional di lapangan benar-benar jalan. Tujuannya jelas: menjaga agar BBM subsidi nggak salah sasaran.

Sales Branch Manager Sulselbar V Fuel, Fandy Achmad Sitaba, bilang verifikasi sebelum pengisian itu krusial.

"Operator sudah benar menjalankan prosedur. Verifikasi data sebelum pengisian itu penting banget. Ini cara kita pastikan subsidi cuma buat yang berhak," jelas Fandy.

Di sisi lain, Area Manager Communication, Relation, & CSR, Lilik Hardiyanto, juga angkat bicara. Ia menekankan, ketelitian petugas di lapangan adalah kunci segalanya. Bukan cuma buat jaga integritas distribusi, tapi juga kepercayaan publik.

"Mereka itu garda terdepan. Ketelitian operatorlah yang bikin distribusi BBM subsidi nggak melenceng," kata Lilik.

Ia juga mengimbau masyarakat. Cek dulu data kendaraannya, pastikan sudah sesuai dan update sebelum beli BBM subsidi.

"Kalau kita patuh bersama, distribusinya akan lebih tertib dan merata," tukasnya.

Oh ya, buat yang nemuin kendala atau hal yang mencurigakan, Pertamina buka saluran pengaduan. Masyarakat bisa hubungi call center 135. Lapor saja, biar ditindaklanjuti.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar