Pengawasan BBM subsidi lagi-lagi membuktikan kegunaannya. Kali ini, di sebuah SPBU di Belang-Belang, Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat. Seorang operator menemukan kejanggalan saat proses pengisian Pertalite lewat sistem barcode.
Begini ceritanya. Saat verifikasi, nomor kendaraan yang dibawa konsumen ternyata tak cocok dengan data di sistem. Tak pikir panjang, operator itu pun menolak melayani pengisian. Langkah tegas, memang, tapi itulah prosedur yang harus diikuti.
Nah, tindakan si operator ini langsung dapat pujian dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Bagi mereka, ini bukti nyata kalau standar operasional di lapangan benar-benar jalan. Tujuannya jelas: menjaga agar BBM subsidi nggak salah sasaran.
Sales Branch Manager Sulselbar V Fuel, Fandy Achmad Sitaba, bilang verifikasi sebelum pengisian itu krusial.
"Operator sudah benar menjalankan prosedur. Verifikasi data sebelum pengisian itu penting banget. Ini cara kita pastikan subsidi cuma buat yang berhak," jelas Fandy.
Artikel Terkait
Remaja di Jember Diamankan Warga Usai Edarkan Uang Palsu Lewat Anak Kecil
Wakil Bupati Bone Tekankan Digitalisasi untuk Optimalisasi PAD
Tabrakan Motor dan Truk di Palangka Raya Berujung Kobaran Api, 1 Orang Luka
Mahfud MD Tegaskan Kritik Saiful Mujani Bukan Makar, Ajak Prabowo Dengarkan Semua Pihak