Pengawasan BBM subsidi lagi-lagi membuktikan kegunaannya. Kali ini, di sebuah SPBU di Belang-Belang, Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat. Seorang operator menemukan kejanggalan saat proses pengisian Pertalite lewat sistem barcode.
Begini ceritanya. Saat verifikasi, nomor kendaraan yang dibawa konsumen ternyata tak cocok dengan data di sistem. Tak pikir panjang, operator itu pun menolak melayani pengisian. Langkah tegas, memang, tapi itulah prosedur yang harus diikuti.
Nah, tindakan si operator ini langsung dapat pujian dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Bagi mereka, ini bukti nyata kalau standar operasional di lapangan benar-benar jalan. Tujuannya jelas: menjaga agar BBM subsidi nggak salah sasaran.
Sales Branch Manager Sulselbar V Fuel, Fandy Achmad Sitaba, bilang verifikasi sebelum pengisian itu krusial.
"Operator sudah benar menjalankan prosedur. Verifikasi data sebelum pengisian itu penting banget. Ini cara kita pastikan subsidi cuma buat yang berhak," jelas Fandy.
Di sisi lain, Area Manager Communication, Relation, & CSR, Lilik Hardiyanto, juga angkat bicara. Ia menekankan, ketelitian petugas di lapangan adalah kunci segalanya. Bukan cuma buat jaga integritas distribusi, tapi juga kepercayaan publik.
"Mereka itu garda terdepan. Ketelitian operatorlah yang bikin distribusi BBM subsidi nggak melenceng," kata Lilik.
Ia juga mengimbau masyarakat. Cek dulu data kendaraannya, pastikan sudah sesuai dan update sebelum beli BBM subsidi.
"Kalau kita patuh bersama, distribusinya akan lebih tertib dan merata," tukasnya.
Oh ya, buat yang nemuin kendala atau hal yang mencurigakan, Pertamina buka saluran pengaduan. Masyarakat bisa hubungi call center 135. Lapor saja, biar ditindaklanjuti.
Artikel Terkait
21 Wisatawan Terjebak Banjir Bandang di Sungai Usa Bone Berhasil Dievakuasi Selamat
Kondisi Nadiem Makarim Membaik Usai Operasi, Tetap Siap Baca Pleidoi Pekan Depan
Pemerintah Siapkan Rp4,97 Triliun untuk Subsidi Beras SPHP 2026, Batas Pembelian Konsumen Diperlonggar
Wali Kota Makassar Resmikan Sekretariat Baru IKA FH Unhas, Aktifkan Kembali Organisasi yang Sempat Vakum