Ya, angka kerugiannya mencapai Rp1,2 triliun. Sebuah nilai yang sangat signifikan.
"Telah mengakibatkan potensi kebocoran keuangan negara mencapai Rp1.266.160.963.200," papar Nunung dengan rinci. Menurutnya, kerugian dari penyalahgunaan BBM bersubsidi menyentuh angka Rp516 miliar lebih, sementara untuk LPG subsidi sekitar Rp749 miliar.
"Ini angka yang cukup signifikan yang harusnya subsidi barang-barang subsidi ini bisa dimanfaatkan atau diterima oleh masyarakat yang tidak mampu, tetapi disalahgunakan. Itu yang bisa kita amankan untuk tadi mengantisipasi kebocoran keuangan negara," tuturnya lagi. Intinya, uang rakyat yang seharusnya membantu yang lemah, malah dikorupsi oleh oknum tak bertanggung jawab.
Di sisi lain, Dirtipidter Bareskrim, Brigjen M. Irhamni, memberikan gambaran geografis yang lebih luas. Pada 2025, pengungkapan dilakukan di 568 TKP dengan 583 tersangka yang tersebar di 33 provinsi. Artinya, praktik ini hampir merata di seluruh Indonesia.
Sementara di tahun 2026, seperti sudah disebutkan, temuan masih terus bertambah: 97 TKP dengan 89 tersangka. Perburuan tampaknya masih akan berlanjut.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
Amar Bank Catat Laba Tertinggi Rp249,6 Miliar di 2025, Kredit Tumbuh 35,7%
Proyeksi Laba Operasional Samsung Kuartal I-2026 Tembus Rp650 Triliun, Dipicu Demam AI
Roy Suryo Dukung Pelaporan Rismon, Minta Polisi Usut Video Tudingan Dana JK untuk Isu Ijazah Jokowi
Ketua Relawan Jokowi-Gibran Ungkap Pengakuan Rismon: Suara di Video Tuding JK Didanai Kasus Ijazah Adalah AI