Reshuffle Kabinet: Prabowo Beri Sinyal Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi?

- Rabu, 28 Januari 2026 | 18:25 WIB
Reshuffle Kabinet: Prabowo Beri Sinyal Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi?

Isu reshuffle kabinet kembali menghangat. Kali ini, nama Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, disebut-sebut akan diganti. Kabar ini tentu saja langsung memantik perbincangan, terutama yang berkaitan dengan apa yang sering disebut publik sebagai "Geng Solo".

Menurut pengamat dari Citra Institute, Efriza, munculnya isu ini bukan tanpa alasan. Ia melihatnya sebagai langkah strategis Presiden Prabowo Subianto.

"Ditengarai jika reshuffle terjadi, yakni Sugiono (yang sekarang menjabat Menteri Luar Negeri) menggantikan Pratikno sebagai Menteri Koordinator PMK, menunjukkan Presiden Prabowo ingin membersihkan Geng Solo sekaligus mengirimkan pesan Prabowo lepas dari bayang-bayang Jokowi," ujar Efriza.

Pernyataan itu disampaikannya kepada RMOL di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Efriza punya alasan kuat untuk analisisnya. Di mata banyak orang, Pratikno memang sangat lekat dengan figur Jokowi. Bahkan, mantan presiden itu sendiri pernah berujar bahwa hanya Pratikno satu-satunya nama yang ia titipkan kepada Prabowo. Fakta itu saja sudah cukup membuat posisi Pratikno menjadi sangat simbolis.

Karenanya, langkah ini diperkirakan bukan sekadar bersih-bersih biasa. Ada pesan politik yang lebih dalam.

"Ini diperkirakan bukan sekadar bersih-bersih Geng Solo, tapi mengirimkan pesan Prabowo akan lebih mandiri, jadi tak ingin direcoki oleh Jokowi," tuturnya lagi.

Di sisi lain, Efriza juga menduga ada maksud lain. Pergantian ini sekaligus bisa menjadi penanda bahwa Prabowo mulai lebih mengandalkan orang-orang kepercayaannya sendiri, terutama yang berasal dari kader Partai Gerindra. Sebuah langkah yang wajar untuk seorang pemimpin yang ingin membangun pemerintahannya sendiri.

"Ini bukti ketegasan Prabowo sebagai Presiden," tambah magister politik Universitas Nasional (UNAS) itu menegaskan.

Jadi, kalau benar reshuffle terjadi, itu bukan cuma soal rotasi jabatan. Lebih dari itu, ini adalah soal narasi dan pergeseran kekuasaan yang ingin ditunjukkan kepada publik.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler