Kabar duka kembali datang dari Iran. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan komandan pasukan Basij, Gholamreza Soleimani, tewas. Menurut mereka, serangan yang dilakukan Amerika Serikat menjadi penyebabnya.
Konfirmasi ini pertama kali dilaporkan oleh kantor berita Tasnim, Rabu lalu. Dalam pernyataannya, IRGC dengan tegas menyebut kematian Soleimani sebagai hasil "serangan oleh musuh Amerika-Zionis."
Gholamreza Soleimani bukan nama sembarangan. Selama enam tahun terakhir, pria ini memegang kendali Basij, unit yang mengawasi operasi keamanan dalam negeri. Posisinya dianggap sangat strategis dan sentral.
IRGC memujinya dengan kata-kata yang tinggi.
"Dia memainkan peran strategis dan tak tertandingi dalam memperbarui struktur populer dan jihadis Basij, mengembangkan gerakan konstruktif, menghilangkan kemiskinan, dan memberikan bantuan kepada kelompok-kelompok yang tertindas dan rentan," begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Lebih jauh, IRGC berpendapat tragedi ini justru membuktikan sesuatu. Kematian Soleimani, dalam pandangan mereka, menunjukkan betapa pentingnya peran Basij dalam perlawanan terhadap AS dan Israel.
"Pembunuhan pengecut ini menunjukkan pentingnya dan peran Basij dalam pertempuran habis-habisan melawan tentara teroris Amerika dan rezim Zionis serta tentara bayaran mereka, terutama dalam perang baru-baru ini," tulis pernyataan itu lagi.
Di sisi lain, narasi dari Israel ternyata sedikit berbeda. Sebelum pengumuman dari IRGC, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz sudah lebih dulu mengklaim dua pembunuhan tingkat tinggi dalam serangan terbaru negaranya terhadap Iran.
Katz menyebut kepala keamanan top Iran, Ali Larijani, juga menjadi korban. Tak hanya itu, dalam klaim yang sama, dia menyatakan serangan Israel telah menewaskan komandan Basij, Gholamreza Soleimani.
Basij sendiri, bagi yang belum familiar, adalah milisi paramiliter yang beroperasi di bawah payung IRGC. Tugas utama mereka berkutat pada urusan keamanan internal Iran.
Artikel Terkait
Menteri HAM Pigai Bantah Keras Tudingan Komnas HAM: Program Makan Bergizi Gratis Bukan Pelanggaran HAM
PLN EPI: Limbah Cair Sawit Berpotensi Tekan Emisi Metana 20 Juta Ton per Tahun
13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Diamankan Petugas Taman Nasional
Asia Tenggara Terancam Krisis Pangan dan Inflasi Akibat El Nino Ekstrem yang Bertepatan dengan Lonjakan Biaya Energi