Raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics, sedang bersiap mencatat sejarah baru. Laba operasional mereka untuk kuartal pertama 2026 diproyeksikan meledak, bahkan berpotensi mengalahkan total keuntungan yang mereka raup sepanjang tahun 2025 lalu. Bayangkan saja, angka yang beredar mencapai 57,2 triliun won, atau setara dengan Rp650 triliun.
Lonjakan fantastis ini, seperti dilaporkan Reuters, tak lepas dari demam kecerdasan buatan (AI) yang masih membara. Samsung, sebagai produsen chip memori terbesar di dunia, jelas jadi salah satu pemain yang paling diuntungkan. Harga chip, terutama untuk memori DRAM, meroket hampir dua kali lipat karena permintaan dari pusat data AI yang begitu besar.
“Karena pelanggan mengantisipasi kenaikan lebih lanjut, harga aktual menjadi lebih tinggi, sehingga melampaui perkiraan,” ujar Kim Sunwoo, Analis Senior di Meritz Securities.
Angka proyeksi kuartal I-2026 itu sungguh mencengangkan. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kenaikannya lebih dari delapan kali lipat. Bahkan, ini tiga kali lebih tinggi dari rekor laba kuartalan Samsung sendiri yang baru saja dicetak di akhir 2025.
Di sisi lain, kondisi pasar memang sedang sangat mendukung. Lembaga riset TrendForce memprediksi harga chip DRAM masih akan naik lebih dari 50% di kuartal ini, didorong oleh kelangkaan pasokan yang belum juga teratasi. Faktor eksternal lain yang menguntungkan adalah melemahnya nilai won terhadap dolar AS, yang mencapai level terendah dalam 17 tahun terakhir. Hal ini secara otomatis meningkatkan nilai pendapatan Samsung yang sebagian besar dalam mata uang dolar.
Meski begitu, tidak semua divisi di Samsung bernasib sama. Analis memperkirakan, meski bisnis chip memorinya mencetak laba operasional fantastis sekitar 54 triliun won, divisi chip logika justru masih menanggung kerugian sekitar 1,6 triliun won.
Namun, kabar baik juga datang dari lini bisnis lain. Sebagai produsen ponsel pintar terbesar kedua di dunia, kinerja divisi ponsel Samsung di kuartal I-2025 ternyata lebih baik dari perkiraan, dengan laba mencapai 4 triliun won.
Secara keseluruhan, perusahaan asal Suwon ini memperkirakan pendapatannya pada Januari-Maret 2026 akan melonjak 68% menjadi 133 triliun won. Semua angka dan detail kinerja resmi ini rencananya akan diumumkan oleh Samsung pada tanggal 30 April mendatang. Kita tunggu saja.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Yakin Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Akan Naik ke Tahap P21
Trump Beri Iran Ultimatum: Serahkan Uranium Diperkaya Tinggi atau Hancurkan
Presiden Prabowo Salurkan Sapi Kurban ke Warga Sekitar Hambalang Sambut Iduladha
Mauricio Souza Resmi Tinggalkan Persija Jakarta, Manajemen Buka Perburuan Pelatih Baru